Arsenal Resmi Lulus Fase Liga Tanpa Cacat, Meriam London Kembali Meledak Usai Digebuk Manchester United

Kamis, 29 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Emirates Stadium jadi saksi bisu amukan si Meriam London yang mencari pelampiasan usai terluka di kompetisi domestik, Kamis (29/01) dini hari WIB. Hanya selang beberapa hari setelah kekalahan pahit dari Manchester United, Arsenal langsung tancap gas menumbangkan Kairat dengan skor 3-2 pada pekan kedelapan fase liga Liga Champions.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan penegasan dominasi mutlak wakil Inggris tersebut yang berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan dengan poin sempurna.

Rotasi Jenius dan Dominasi Lapangan

Meski melakukan rotasi pemain, intensitas serangan Arsenal tidak mengendur sedikit pun dengan mencatatkan 65 persen penguasaan bola.

Baca juga:

Arsenal vs Kairat Liga Champions: Laga Formalitas, Ada Kejutan?

Viktor Gyokeres membuka kran gol pada menit ke-2, disusul aksi Kai Havertz di menit ke-15, dan ditutup oleh gol Gabriel Martinelli pada menit ke-36.

Meskipun Kairat sempat memberi perlawanan melalui penalti Jorginho dan gol telat Ricardinho, kedigdayaan tuan rumah tetap tak tergoyahkan.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi anak asuhnya yang mampu menjaga performa di level tertinggi kompetisi antarklub Eropa tersebut.

"Saya sangat bangga dengan para pemain dan perjalanan yang dilalui di tahap pertama kompetisi ini. Sangat sulit untuk memenangkan delapan pertandingan berturut-turut di Liga Champions," ujar Arteta sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.

Baca juga:

Manchester United Membalikkan Prediksi Vs City dan Arsenal, Harry Maguire Singgung Magis Michael Carrick

Sinyal Bahaya untuk Fase Gugur

Keberhasilan mengoleksi 24 poin dari delapan laga menempatkan Arsenal sebagai tim paling ditakuti saat ini. Namun, manajemen tim tetap menapak bumi dan tidak ingin terbuai dengan statistik mentereng di fase awal. Pihak klub menyadari bahwa dinamika di fase gugur akan jauh lebih berat dan penuh kejutan.

Arteta mengingatkan bahwa satu momen kecil di Liga Champions bisa mengubah seluruh narasi pertandingan.

"Para pemain perlu mengakui hal itu dan merasa lebih yakin tentang apa yang mampu dilakukan. Tapi sekarang kompetisi berhenti, kami memiliki periode refleksi tentang apa yang telah dilakukan," pungkas manajer asal Spanyol tersebut.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan