MerahPutih.com - Raksasa teknologi Apple akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait gelombang keluhan pengguna yang mendapati layar bagian dalam iPhone Duo mereka retak di sepanjang garis engsel.
Masalah serius ini muncul hanya dalam kurun waktu tiga hari sejak peluncuran perdana gawai layar lipat tersebut ke pasar global.
Baca juga:
Harga Resmi iPhone Duo di Indonesia: Termurah Rp 45,6 Juta, Termahal Nyaris Rp 76 Juta
Laporan Engadget mengonfirmasi adanya kerusakan berupa garis-garis terang yang muncul di tengah layar saat dibentangkan, disertai piksel mati akibat kegagalan mekanisme engsel dalam.
Manajemen Apple menegaskan kegagalan mekanis engsel ini umumnya langsung terlihat dalam beberapa hari pertama penggunaan saat perangkat mulai dilipat aktif.
Tukarkan ke AppleCare, Unit Diganti Baru Gratis
Apple mengklaim cacat engsel tersebut hanya terjadi pada sebagian kecil dari total unit iPhone Duo yang beredar di pasaran
Meski isu engsel terbilang lumrah pada gawai berlayar lipat, munculnya cacat dalam waktu singkat tetap memicu kekhawatiran besar di kalangan calon pembeli.
Baca juga:
iPhone Duo Dibongkar, Teknisi Ungkap Komponen yang Mudah dan Sulit Diperbaiki
Menanggapi kepanikan konsumen, Apple mengimbau seluruh pengguna yang terdampak untuk segera menghubungi layanan AppleCare demi mendapatkan unit pengganti secara cuma-cuma.
Kami menyadari adanya masalah yang memengaruhi layar dalam pada sejumlah kecil unit iPhone Duo, pengguna terdampak harus segera menghubungi AppleCare,
Apple
Apple Tetap Pede iPhone Duo Laku di Pasaran
Dilansir Antara Apple juga optimis lonjakan permintaan pasar yang mencapai peningkatan produksi 44 persen tidak akan terganggu isu teknis pada sebagian kecil unit ini.
Alasannya, sampel unit ulasan yang diuji media besar seperti Engadget dan CNET dilaporkan tidak mengalami kendala teknis serupa sama sekali.
Baca juga:
Hasil Uji Ketahanan iPhone Duo: Engsel Rentan Kotoran, Layar Bisa Rusak
Bahkan, uji ketahanan yang dilakukan oleh tim CNET membuktikan perangkat ini mampu bertahan melampaui 55.000 kali proses pelipatan tanpa cacat visual. (*)