Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Apa Bedanya Imlek dan Sincia? ini Penjelasan Makna dan Penggunaannya dalam Tradisi Tionghoa

Soffi Amira - Senin, 16 Februari 2026

MerahPutih.com - Banyak orang di Indonesia sering menggunakan istilah Imlek dan Sincia secara bergantian untuk merujuk pada perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa.

Meski keduanya berkaitan erat dan merujuk pada momen yang sama, tetapi Imlek dan Sincia memiliki perbedaan dari segi makna, penggunaan istilah, serta konteks budaya dan bahasa.

Dikutip dari berbagai sumber, Imlek merupakan istilah yang paling populer digunakan di Indonesia untuk menyebut perayaan Tahun Baru Tionghoa.

Baca juga:

4 Shio yang Paling Beruntung Imlek 2026, Karier dan Keuangan Diprediksi Melejit!

Perbedaaan Imlek dan Sincia dalam Tradisi Tionghoa

Perbedaan Imlek dan Sincia dalam tradisi Tionghoa
Perbedaan Imlek dan Sincia dalam tradisi Tionghoa. Foto: Unsplash/Tran Huy
>Kata “Imlek” berasal dari dialek Hokkien, yakni gabungan kata “Im” yang berarti bulan dan “Lek” yang berarti penanggalan atau kalender.

Jadi, Imlek merujuk pada perayaan tahun baru berdasarkan kalender lunar atau kalender bulan yang telah digunakan selama ribuan tahun di China.

Perayaan ini menandai pergantian tahun dalam sistem kalender tradisional Tionghoa, yang tanggalnya berbeda setiap tahun jika dibandingkan dengan kalender Masehi.

Sementara itu, istilah Sincia juga berasal dari dialek Hokkien, tepatnya dari kata “Sin” yang berarti baru dan “Cia” yang berarti bulan pertama.

Baca juga:

Rayakan Imlek Lebih Bermakna, 5 Barang Ini Dipercaya Bawa Hoki

Secara harfiah, Sincia berarti “bulan baru pertama” atau merujuk pada hari pertama dalam tahun yang baru menurut kalender lunar. Dengan kata lain, Sincia sebenarnya lebih spesifik menunjuk pada hari pertama perayaan tahun baru, sedangkan Imlek dapat merujuk pada keseluruhan perayaan tahun baru lunar secara umum.

Perbedaan lainnya terletak pada konteks penggunaan istilah. Di Indonesia, kata Imlek lebih sering digunakan dalam konteks formal, media, dan percakapan sehari-hari.

Istilah ini juga telah diakui secara resmi, misalnya dalam penetapan Hari Raya Imlek sebagai hari libur nasional di Indonesia.

Sebaliknya, istilah Sincia lebih sering digunakan dalam percakapan informal, terutama di kalangan masyarakat Tionghoa peranakan atau komunitas yang masih mempertahankan penggunaan dialek Hokkien dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:

Ucapan Imlek 2026 Paling Dicari 30 Rekomendasi, Lengkap Prompt AI Gambar

Meski demikian, baik Imlek maupun Sincia merujuk pada momen yang sama, yaitu perayaan tahun baru yang sarat makna simbolis.

Perayaan ini identik dengan berbagai tradisi seperti berkumpul bersama keluarga, makan malam reuni, membagikan angpao, menghias rumah dengan warna merah, serta berdoa untuk harapan dan keberuntungan di tahun yang baru.

Imlek dan Sincia Jadi Kesempatan untuk Memperbaiki Diri

Imlek dan Sincia jadi simbol dalam tradisi Tionghoa
Imlek dan Sincia jadi simbol dalam tradisi Tionghoa. Foto: Unsplash/Dru Kelly
>Selain itu, Imlek dan Sincia juga menjadi simbol awal baru, kesempatan untuk memperbaiki diri, serta mempererat hubungan dengan keluarga dan orang terdekat.

Seiring waktu, penggunaan istilah Imlek menjadi lebih dominan di Indonesia karena dianggap lebih mudah dipahami secara luas.

Namun, istilah Sincia tetap memiliki nilai budaya yang kuat, terutama sebagai bagian dari warisan bahasa dan tradisi masyarakat Tionghoa.

Pada akhirnya, perbedaan antara Imlek dan Sincia lebih terletak pada aspek bahasa dan kebiasaan penggunaan, bukan pada makna perayaannya. Keduanya tetap merujuk pada perayaan penting yang penuh harapan, kebahagiaan, dan simbol keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. (Far)

Baca Artikel Asli