MERAHPUTIH.COM - MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus melakukan mitigasi El Nino guna mengantisipasi risiko inflasi. Pada Agustus 2026, inflasi nasional tercatat sebesar 3,19 persen (yoy), berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen.
Langkah mitigasi dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan dan pengaturan pola tanam, pemetaan wilayah rawan, penguatan early warning system, serta koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
"Pemerintah terus mengantisipasi berbagai risiko terhadap inflasi, terutama dampak El Nino, cuaca ekstrem, dan bencana alam yang dapat memengaruhi produksi dan distribusi pangan," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (24/9).
Baca juga:
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Airlangga mengatakan, Presiden Prabowo Subianto berniat untuk memperluas wilayah pertanian demi ketahanan pangan nasional. “Bapak Presiden ingin menambahkan luasan wilayah untuk pertanian, serta pemanfaatan daripada beberapa lahan yang masih dapat digunakan," tuturnya.
Menurut dia, program tersebut harus direaliasi dengan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
"Stabilitas pangan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan sektor, termasuk keuangan dan ekonomi digital," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan