Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Antisipasi Kenaikan Kasus Pasca Libur Panjang, Kemenkes Siapkan Fasyankes hingga Obat

Andika Pratama - Jumat, 04 Maret 2022

MerahPutih.com - Pemerintah telah telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19 pasca libur panjang akhir Februari lalu.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, saat hari libur panjang ada kecenderungan peningkatan interaksi dan mobilitas masyarakat terutama yang ingin bepergian ke luar daerah.

Baca Juga

Di Surabaya, 79 Persen Warga Terpapar COVID-19 Berusia Produktif

"(Langkah antisipasinya) penyediaan ruang perawatan COVID-19 di rumah sakit, obat-obatan dan oksigen medis," ujar Nadia dari keteranganya di Jakarta, Jumat (4/3).

Lalu, pihaknya juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan di fasyankes serta mempercepat vaksinasi dosis lengkap dan booster bagi masyarakat berusia di atas 18 tahun.

Selain itu, lanjut Nadia, Kemenkes juga akan meningkatkan testing dan tracing yang dilanjutkan dengan treatment. Hal tersebut dilakukan untuk pencegahan agar tidak meluasnya penyebaran COVID-19.

Dia mengimbau agar masyarakat yang selesai long weekend dapat melakukan isolasi mandiri (isoman), bila ada gejala dan kontak erat dengan orang yang positif COVID-19.

"Ini upaya untuk memutus mata rantai penularan, karena Omicron kan menular dengan sangat cepat, kalau kita tidak lakukan deteksi dini kasus akan terus melonjak," tuturnya.

Baca Juga

Penambahan Kasus Harian COVID-19 Turun Lagi, Tak Sampai 38 Ribu

Sehubungan dengan ini, Nadia juga menegaskan bahwa kondisi dibeberapa provinsi telah terjadi penurunan tren kasus COVID-19. Terdapat 14 provinsi konsisten mengalami penurunan.

Ke-14 provinsi tersebut di antaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua dan Papua Barat.

Sementara untuk jumlah keterisian tempat tidur, hingga akhir Februari, 14 provinsi mencatatkan tingkat keterisian RS COVID-19 (BOR) baik di Jawa-Bali maupun Luar Jawa-Bali rata-rata masih 30 persen.

Meski begitu, masih ada beberapa daerah yang mengalami peningkatan. (Knu)

Baca Juga

Di Solo, Nakes Terpapar COVID-19 Masuk Isoter Hotel

Baca Artikel Asli