MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemprov untuk mengurangi berjabat tangan guna mencegah penularan virus corona.
Orang nomor satu di Jakarta itu pun mengatakan, pembatasan kontak langsung bisa mencegah penularan virus yang berasal dari kota Wuhan, Tiongkok itu.
Baca Juga:
Dean Koontz Meramlkan Virus Corona di Buku ‘The Eyes of Darkness’?
"Seluruh jajaran Pemprov juga tadi diinstruksikan untuk mengurangi kegiatan jabat tangan dan kontak fisik langsung, tapi tidak mengurangi rasa hormat satu sama lain," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).
Anies juga meminta bagi pegawai Pemprov DKI yang memiliki gejala seperti virus corona untuk melaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI guna dilakukan pemeriksaan.
"Bila di jajaran Pemprov DKI ada pribadi yang memiliki gejala seperti corona Virus, maka atasannya dan yang bersangkutan harus melaporkan kepada Dinas Kesehatan," cetus dia.
Lanjut Anies, bila dalam pemeriksaan Dinkes memutuskan untuk diisolasi atau pun dirawat, maka PNS harus mengikuti rekomendasi tersebut. Hal ini untuk memastikan PNS terbebas dari COVID-19 dan tidak menyebarkan ke yang lainnya.
"Dan bila Dinas Kesehatan mengatakan bahwa yang bersangkutan harus melakukan pemeriksaan dan harus isolasi diri sambil menunggu hasil, maka Pemprov DKI Jakarta mewajibkan untuk dia mengikuti semua instruksi Dinas Kesehatan," papar dia.
Baca Juga:
Sederet Kegiatan Bertaraf Internasional di Surabaya yang Batal Gegara Corona
Ia juga memastikan tak ada pemotongan gaji maupun tunjangan kerja daerah (TKD) bila PNS tersebut terpaksa dikarantina.
"Jadi seluruh jajaran, baik BUMD, baik ASN, maupun pekerja kontrak (honorer), semuanya sama. Tidak ada pemotongan gaji dan TKD bila mereka harus melakukan self quarantine," jelas dia.
Anies menegaskan, masalah corona tak bisa dianggap enteng, sebab penyebaran virus ini di beberapa negara mengalami peningkatan yang sangat masif. Dengan begitu, dia berharap warga terus waspada dan melakukan kegiatan diluar rumah secukupnya.
"Pengalaman dari banyak negara yang kita pantau. Ketika rileks, di situ tidak ketat, maka efek nularnya menjadi besar sekali. Karena itu, langkah isolasi kita lakukan," tutupnya. (Asp)
Baca Juga:
WNA Pasien 25 Corona di Indonesia Meninggal, Jubir: Bakteri Jadi Oportunis