Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Indonesia

Anggota Polri yang Terlibat Pengamanan Paus Fransiskus Dilatih Cara Bertindak

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Agustus 2024

MerahPutih.com- Paus Fransiskus akan mengunjungi Indonesia pada 3-6 September 2024. Polri akan menerjunkan 4.520 personel pada kegiatan tersebut. Sebanyak 1.077 personel berasal dari Mabes Polri, sedangkan 3.443 personel lainnya diperbantukan dari Polda Metro Jaya.

Jelang kedatangan, Mabes Polri menggelar latihan pra Operasi Tribrata Jaya 2024 dalam rangka pengamanan kunjungan pemimpin gereja Katolik dunia Paus Fransiskus. Latihan ini digelar di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Rabu (28/8).

Kaops Tribrata Jaya 2024 Komjen Imam Widodo mengatakan, latihan pra Operasi Tribrata Jaya 2024 ini dilakukan untuk menyamakan pola pikir dan pola tindak.

Termasuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel Polri yang bertugas dalam rangka pengamanan kegiatan kunjungan Paus Fransiskus.

“Latihan pra operasi pengamanan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman terkait dengan SOP dan cara bertindak di lapangan,” kata Imam di Jakarta, Rabu (28/8).

Imam yang juga menjabat Dankorbrimob Polri ini mengatakan, beberapa hal yang dibahas dalam latihan pra Operasi Tribrata Jaya 2024 diantaranya deteksi dini dan cegah dini, serta perkiraan kerawanan menjelang dan selama operasi.

“Lalu ada juga peraturan penjagaan, pengawalan, patroli rekayasa lalu lintas dan pengendalian arus lalu lintas,” ucapnya.

Selanjutnya, pengamanan hotel venue, tempat rekreasi, tempat hiburan dan pengamanan obyek vital. Lalu ada juga latihan penyelidikan dan penyidikan terhadap ancaman gangguan kamtibmas sebelum dan selama operasi.

“Dibahas juga taktis dan teknis penanganan awal terhadap bahan peledak dan penanggulangan terorisme dalam rangka Operasi Tribrata Jaya 2024,” ungkap Imam.

Imam menuturkan, dinamika perkembangan lingkungan strategis global, regional dan nasional akan mempengaruhi pelaksanaan kegiatan kunjungan Paus Fransiskus.

Bahka isu nasional dapat menjadi ancaman pengamanan, antara lain kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, sampai dengan isu-isu terorisme.

“Peran Polri penting untuk menjamin keamanan, keselamatan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif didukung dengan penegakan hukum, siber, interpol dan kehumasan dalam rangka pemeliharaan kamtibmas,” tutup Imam yang juga jenderal bintang tiga Polri ini.

Baca Artikel Asli