MerahPutih.com - Penyanyi dan penulis lagu Maximillian akhirnya merilis album ketiganya bertajuk I’m Fine, sebuah proyek pop berisi 13 lagu yang menggambarkan berbagai pergolakan emosional seperti kecemasan, patah hati, cinta, tekanan hidup, hingga perasaan-perasaan yang kerap sulit diutarakan secara jujur.
Bersamaan dengan hadirnya album tersebut, Maximillian turut memperkenalkan video musik resmi untuk lagu utama “I’m Fine”.
Video itu dikemas dalam konsep one-take performance yang intim dan emosional, sekaligus merepresentasikan rasa rapuh serta tekanan batin yang menjadi benang merah album ini.
Dengan pengambilan gambar tanpa jeda dan perkembangan visual yang perlahan berubah, video tersebut berusaha menangkap sensasi kecemasan dan emosi terpendam yang mewarnai keseluruhan proyek, sekaligus membawa nuansa sinematik dari musiknya ke dalam bentuk visual.
Baca juga:
Rocker Andresa Main Gitar, Drum, dan Vokal Sekaligus di Mini Album Nothing But R’N’R
Berpusat pada lagu “I’m Fine” yang menjadi inti cerita album, proyek ini disebut sebagai karya paling personal dari Maximillian sejauh ini.
Album tersebut lahir dari pengalamannya menghadapi kecemasan, panic attack, dan kelelahan emosional. Melalui lagu-lagunya, ia menyoroti kontras antara apa yang tampak di luar dengan kondisi batin sebenarnya — ketika seseorang berkata dirinya baik-baik saja, padahal sedang berjuang secara diam-diam.
“Dulu aku sering bilang ‘Aku baik-baik saja’ saat sedang dilanda kecemasan dan serangan panik. Aku akan mengabaikannya dan tersenyum agar orang-orang tidak terlalu khawatir," ucap Maximillian.
Proses pengerjaan I’m Fine dilakukan di Kopenhagen dan Los Angeles bersama produser Karl-Frederik serta sejumlah kolaborator kreatif terdekatnya.
Album ini sengaja dirancang untuk menjelajahi spektrum emosi yang luas, mulai dari ballad yang intim, pop yang energik, hingga sentuhan produksi sinematik dengan penulisan lagu yang emosional namun tetap terasa menyatu.
Sebelum album resmi dirilis, Maximillian lebih dulu memperkenalkan beberapa single seperti “Day & Night,” “Paramour,” “She’s Missing,” “Best Of Me,” dan “Lifetimes Away.” Setiap lagu tersebut menghadirkan sisi emosional yang berbeda dan menjadi pengantar menuju keseluruhan cerita dalam album.
Di sepanjang trek album, Maximillian mengeksplorasi berbagai dinamika hubungan dan kondisi emosional, menjadikan tiap lagu sebagai representasi dari momen, kenangan, maupun percakapan tertentu dalam hidupnya.
Lebih dari sekadar proyek personal, I’m Fine juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan kreatif Maximillian, baik secara artistik maupun emosional. Album ini memperlihatkan bagaimana proses menulis lagu menjadi medium baginya untuk memahami dan menyalurkan berbagai pengalaman hidup secara jujur.
“Setiap lagu terasa seperti sesuatu yang harus aku sampaikan atau keluarkan dari dalam diriku," tutupnya. (Far)