Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Alasan Gibran Inflasi di Solo Tembus 2,82 Persen

Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 03 Maret 2024

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Solo mengalami inflasi sebesar 2,82 persen year on year (yoy) atau secara tahunan pada Februari 2024. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,02.

Inflasi yang tinggi, karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran. Kelompok tersebut, yakni makanan, minuman dan tembakau sebesar 8,62 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,98 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,19 persen.

Baca Juga:

Prabowo-Gibran Pertegas Keunggulan di Real Count KPU

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,68 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,25 persen; kelompok transportasi sebesar 1,17 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,63 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,66 persen.

Lalu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,17 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,48 persen.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyebut, kondisi inflasi ini disebabkan karena Kota Solo tidak punya lahan pertanian. Untuk kebutuhan pokok tergantung dengan daerah sekitar.

"Kita (pemkot) tidak punya lahan pertanian. Jadi angka inflasi di Kota Solo, harus dijaga mengingat daerah tersebut tidak memiliki sumber daya alam," katanya.

Selama ini Pemkot Solo pasti koordinasi dengan BI mengingat BI menjadi bagian yang sangat krusial dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Kami ingin inflasi selalu terkendali," katanya. (*)

Baca Juga:

Demo di Kantor Gibran, Massa Berteriak 'Makzulkan Jokowi' dan 'Dukung Hak Angket'

Baca Artikel Asli