Merahputih.com - Enam aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Patung Selamat Datang di Bundaran HI pada Selasa) untuk menyuarakan protes terkait krisis iklim.
Polisi kini tengah menyelidiki akses naik para aktivis tersebut dengan memeriksa saksi mata dan menelusuri rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 06.00 WIB, mereka terpantau sudah berada di area atas Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, sambil membentangkan spanduk raksasa dan sejumlah poster berwarna kuning.
Baca juga:
Geger Jeritan Rakyat di Bundaran HI, Polisi Cepat Turunkan Spanduk Greenpeace dalam Hitungan Jam
Aksi ini bukan tanpa alasan. para aktivis tersebut membawa pesan kuat yang menuntut keseriusan pemerintah dalam menangani krisis iklim, sekaligus menyoroti rentannya kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini.
Pesan visual tersebut sempat menjadi pusat perhatian warga yang melintas menuju tempat kerja dan viral di media sosial sebelum akhirnya diturunkan oleh aparat kepolisian sekitar pukul 08.10 WIB.
Polisi Telusuri Rekaman CCTV Bundaran HI

Nah, kini muncul satu pertanyaan besar, bagaimana cara keenam orang ini memanjat monumen setinggi itu tanpa ketahuan oleh petugas patroli?
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, memastikan pihaknya sedang mengusut tuntas misteri akses naik para aktivis tersebut. Polisi kini menjadikan rekaman kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik strategis sekitar Monumen Selamat Datang sebagai kunci utama penyelidikan.
Dari rekaman tersebut, aparat berharap bisa memetakan dengan pasti jam berapa pergerakan dimulai dan metode atau alat apa yang digunakan para aktivis untuk mencapai puncak.
"Tentu nanti akan dilakukan pemeriksaan dan audit terhadap pihak-pihak terkait. Saat kejadian berlangsung, sangat mungkin rekaman CCTV dapat menunjukkan pada jam berapa mereka naik ke atas,"
jelas Kombes Reynold.
Evakuasi Berjalan Aman, Keselamatan Jadi Prioritas
Meski aksi tersebut terbilang berbahaya dan mengganggu ketertiban umum, kepolisian bersama aparat gabungan lebih mengutamakan pendekatan persuasif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat bersama Kodim 0501 Jakarta Pusat menjamin keamanan para peserta aksi, asalkan mereka mau bekerja sama untuk turun.
Baca juga:
Pramono Buka Suara soal Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, Ingatkan Ketertiban
Melalui pengeras suara, pihak berwenang memberikan imbauan langsung ke arah monumen. "Kami bersedia melayani dan melindungi Saudara-Saudari. Segera turun dan utamakan keselamatan," seru Reynold kepada para aktivis.
Pendekatan ini membuahkan hasil. Keenam aktivis tersebut berhasil dievakuasi turun dengan selamat tanpa insiden tambahan. Setelah menapak tanah, mereka langsung dibawa ke Klinik Biddokes Polda Metro Jaya. Langkah penanganan medis ini diambil untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan serius setelah mereka berada di ketinggian selama lebih dari dua jam di bawah terpaan angin pagi.