Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Akhirnya Pixar Buka Alasan Hapus Alur LGBT Film Elio, Tak Mau Tanggung Biaya Terapi

Wisnu Cipto - Minggu, 08 Maret 2026

MerahPutih.com - Pixar Animation Studios akhirnya membuka alasan studio merombak besar-besaran film animasi Elio yang rilis pada Juni 2025 lalu.

Alasan utamanya, Pixar ingin memastikan film tetap sesuai dengan target penonton keluarga, terutama anak-anak.

“Kami membuat film, bukan terapi senilai ratusan juta dolar,” kata Kepala kreatif Pixar Animation Studios, Pete Docter, dalam wawancaranya dengan The Wall Street Journal baru-baru ini, dikutip Minggu (8/3).

Baca juga:

Film Disney Pixar 'Elio': Perjalanan ke Luar Angkasa untuk Menemukan Teman, Simak 3 Fakta di Baliknya

Respons Negatif Pemutaran Perdana

Film Elio awalnya bercerita tentang seorang anak laki-laki kesepian yang mencari persahabatan di luar angkasa. Namun, sejumlah pemutaran awal mendapat respons kurang baik, bahkan banyak penonton mengaku tidak tertarik menontonnya di bioskop.

Situasi itu mendorong Pixar melakukan perubahan besar, termasuk merombak alur cerita meski sebagian besar animasi sudah selesai. Sutradara awal Adrian Molina akhirnya meninggalkan proyek, digantikan oleh Madeline Sharafian dan Domee Shi.

Alur LGBT Dihapus

Salah satu perubahan signifikan adalah penghapusan adegan yang mengisyaratkan identitas karakter utama sebagai gay. Versi awal film menampilkan detail seperti sepeda merah muda milik Elio dan imajinasi masa depan bersama pria yang disukainya.

Keputusan ini memicu reaksi beragam di kalangan staf Pixar. Kontroversi semakin mencuat setelah The Walt Disney Company sebelumnya menghapus karakter transgender dari serial animasi Pixar Win or Lose.

Baca juga:

Pixar Kabarnya sedang Kembangkan Proyek Film 'Incredibles 3'

‘Coco 2’ Dijadwalkan Tayang 2029, Disney dan Pixar Kembali ke Tanah Arwah

Hasil Akhir di Box Office

Meski melalui proses produksi penuh perubahan, Elio akhirnya dirilis pada Juni 2025. Film ini meraih pendapatan sekitar 150 juta dolar AS di seluruh dunia. Namun, angka tersebut dianggap belum memuaskan karena biaya produksi mencapai 150 juta dolar AS, belum termasuk biaya pemasaran global. (*)

Baca Artikel Asli