Merahputih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menyatakan gempa tektonik 5,8 Skala Richter yang terjadi Selasa pukul 08.18 Wita di selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara menyebabkan kerusakan 24 bangunan di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Bali.
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota se-Bali via radio dan telepon, update hingga pukul 11.40 Wita, ada 24 bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin di Denpasar, Selasa (16/7).
Baca Juga: Gempa Bali Dipicu Lempeng Indo-Australia, Terasa Sampai Lombok & Jember
Kerusakan paling banyak dilaporkan terjadi di Kabupaten Badung. Disana, BPBD melaporkan 20 bangunan rusak akibat gempa. Bangunan yang rusak akibat gempa di Badung antara lain Gapura ITDC Nusa Dua, SD Negeri 1 Ungasan, Kantor Camat Kuta, SD 11 Jimbaran, Hotel Mercure Nusa Dua, Alfamart di Jalan Bali Cliff No 48 Ungasan, SMPN 5 Kuta Selatan, SMPN 2 Ungasan, SMP Negeri 2 Kuta Selatan, dan Kantor Camat Kuta Selatan.
Gempa juga menimbulkan kerusakan rumah di Banjar Sukajati di Desa Taman Abiansemal, pelinggih (bangunan suci) Bapak Muada SDN 1 Ungasan dan SD 3 Ungasan, SDN 5 Dalung Kuta Utara, SDN 5 Ungasan, SDN 1 Tuban, SDN 2 Tuban, Gedung Serbaguna Desa Adat Tuban, Banjar Tuban Griya, dan Kantor Bea Cukai. Termasuk juga bangunan Pura Lokanatha di Denpasar.
Gempa juga menyebabkan kerusakan bangunan Rumah Tahanan dan dan ornamen pada atap gedung DPRD di Kabupaten Gianyar; serta menyebabkan rumah seorang warga di Desa Busungbiu, Kabupaten Buleleng, roboh.
Pura Lokanatha di kawasan Taman Kota Lumintang, Denpasar, juga beberapa bata merahnya lepas akibat gempa. "Sampai saat ini, belum ada laporan korban yang meninggal dunia akibat gempa," jelas Rentin.
Baca Juga: BPBD: Semua Kecamatan di Jember Rasakan Gempa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi Selasa pagi termasuk gempa berkedalaman menengah yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.
Hingga pukul 11.00 Wita, sebagaimana dikutip Antara, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya sembilan gempa susulan dengan magnitudo terbesar M=3.2 dan magnitude terkecil M=2.4 setelah gempa utama yang bermagnitudo 5,8. (*)