MerahPutih.com - Malaysia dilanda bencana alam, enam negeri diantaranya Kelantan, Terengganu, Kedah, Perlis, Johor, Perak, terdampak banjir.
Tercatat, jumlah korban banjir mencapai 37.189 orang dalam 11.385 keluarga. Sebanyak 322 pusat penampungan sementara (PPS) telah dibuka di enam negeri.
Kelantan mencatatkan korban banjir terbanyak, yaitu mencapai 30.582 orang dari 9.223 keluarga. Sebanyak 157 PPS telah dibuka di sembilan daerah di negeri tersebut.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah mengarahkan Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia (NADMA) untuk melakukan koordinasi dengan semua kekuatan, lembaga federal, serta negara bagian untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan korban banjir.
Baca juga:
Penduduk di wilayah terdampak akan menjadi prioritas tertinggi sepanjang periode monsun timur laut 2024 hingga Maret 2025, kata Anwar.
Peringatan hujan berlanjutan dikeluarkan Departemen Meteorologi Malaysia (MET Malaysia) pada Rabu (27/11) siang dan berlaku hingga Jumat (29/11).
Menurut peringatan tersebut, tiga negara bagian di Semenanjung Malaysia yakni Kelantan, Terengganu dan Pahang (daerah Jerantut dan Kuantan) berada dalam bagian merah (bahaya). Artinya, hujan sangat lebat diperkirakan akan berlanjut di wilayah-wilayah itu.
Sedangkan Perlis, Kedah, Perak, dan sebagian Pahang masuk bagian berwarna oranye (buruk), yang berarti hujan lebat terus-menerus diperkirakan akan terjadi di sana.
Sebagian Kedah, Pulau Pinang, sebagian Perak, sebagian Pahang, sebagian Johor dan Sabah ada dalam zona waspada dengan perkiraan bahwa hujan juga akan turun terus-menerus.
Perusahaan listrik Malaysia, Tenaga Nasional Berhad (TNB), telah memutus sementara aliran listrik di beberapa daerah di Terengganu dan Kelantan.
Terdapat 55 gardu listrik yang dihentikan aliran listriknya di Kelantan setelah dampak banjir meluas.
Di Terengganu, TNB mengumumkan penghentian sementara aliran listrik untuk tiga daerah di kawasan Kuala Berang, Terengganu. (*)