GELARAN Miss Universe 2022 usai diselenggarakan di New Orleans Ernest N. Morial Convention Center, Amerika Serikat, Sabtu (14/1). Miss Amerika Serikat, R’Bonney Gabriel Nola, berhasil merebut mahkota ajang ini. Perempuan berusia 28 tahun dari Houston, Texas, ini menyisihkan 83 finalis lainnya.
Indonesia turut serta dalam ajang Miss Universe ke-71 ini. Tak hanya sebagai peserta yang diwakili oleh Laksmi DeNeefe, tapi juga sebagai perancang busana. Rancangan mereka dipakai oleh peserta Miss Universe, termasuk de Neefe. Inilah para perancang busana asal Indonesia yang unjuk gigi di Miss Universe ke-71.
1. Anaz Khairunas
Baca juga:
Desainer dari Madura, Jawa Timur, ini membuat rancangan busana untuk Chloe Powery Doxey, Miss Universe perwakilan Kepulauan Caymand. Karyanya sudah langganan tampil di ajang Miss Universe.
Sebelumnya, ia merancang busana untuk Maria Selena yang dikenakan saat Welcome Dinner Miss Universe 2012 dan Whulandary Herman yang dipakai pada Preliminary Show Miss Universe 2013
Dalam Miss Universe 2022, Chloe tampil dengan gaun yang didominasi dengan warna biru dan perak. Rancangan Anaz terkesan kesan meriah dengan rumbai-rumbai yang menghiasi bagian bawah gaun.
2. Hengki Kawilarang
Ini kali pertama Hengki Kawilarang berpartisipasi dalam gelaran Final Miss Universe. Dia dipercaya mempersiapkan gaun perwakilan Guatemala, Ivana Batchelor.
Gaun tersebut didominasi oleh warna emas dan dilengkapi dengan aksen sayap di bahu sebelah kanan, menambah kesan elegan. Meski cukup bangga gaun rancangannya dipakai, dia juga menyimpan sedikit kekecawaan.
Sebab, tim Ivana mengubah bagian bawah gaun dengan menambahkan kain tambahan di gaun Ivana. Seharusnya gaun tersebut semi transparan untuk menunjukkan kaki jenjang Ivana. Kekecewaan tersebut diungkap Hengki melalui Instagram Story di akun Instagramnya, @hengkikawilarang_id.
Hengki menyiapkan dua gaun berbeda untuk Ivana. Masing-masing untuk babak Preliminary dan Final.
Baca juga:
3. Metty Choa
Metty, atau dikenal dengan Maison Met, menjadi desainer untuk Laksmi Shari DeNeefe Suardana, Miss Indonesia. Metty mengambil tema air terjun Bali, kampung kelahiran DeNeefe.
Gaun ini memiliki motif horizontal, didukung dengan juntaian kain panjang di lengan kanan dan kirinya, membuat siluet air terjun terlihat nyata. Terlebih lagi dengan efek putaran yang Laksmi bawakan pada babak Preliminary.
Metty juga menyiapkan satu gaun lain dengan tema ombak. Namun, gaun tersebut tidak dapat ditampilkan secara menyeluruh. Laksmi tak berhasil masuk ke babak 16 besar.
Penampilan anak bangsa di panggung internasional menjadi bukti bahwa dunia fesyen Indonesia dapat bersaing di tingkat internasional. Ini dapat menjadi pemicu agar lebih anak bangsa yang dapat berkarya ke tingkat internasional. (mro)
Baca juga: