Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

3.609 Warga Yahukimo Masih Mengungsi Akibat Kericuhan Antar Suku

Andika Pratama - Kamis, 07 Oktober 2021

MerahPutih.com - Polisi menyebut ada ribuan warga yang mengungsi pascakerusuhan dua kelompok di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua. Bentrokan antar suku ini melibatkan dua kelompok pada Minggu (3/10) lalu yang mengakibatkan enam orang meninggal dunia.

“Masih ada warga sekitar Yahukimo yang masih mengungsi meminta perlindungan, tercatat ada 3.609,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Kamis (7/10).

Baca Juga

22 Orang Dijadikan Tersangka Kasus Kericuhan di Yahukimo

Rusdi mengatakan, ribuan orang itu berlindung di tiga tempat. Yakni Mapolres Yahukimo, Gereja Keevanesti, dan Koramil. Rusdi mengklaim situasi di Yahukimo telah kondusif. Aparat, kata dia, selalu siaga mengamankan wilayah tersebut.

“Situasi kondusif, aparat keamanan TNI-Polri berkekuatan tiga satuan setingkat kompi (SSK) berada di Yahukimo untuk memulihkan kembali situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Yahukimo,” ungkap Rusdi.

Polisi pun menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam kasus kerusuhan di Distrik Dekai, Yahukimo.

Rusdi tak merinci peran tersangka dalam kasus ini. Ia hanya menyebut para tersangka ikut serta dalam aksi penyerangan.

Saat ini, lanjut Rusdi, Polda Papua saat ini disebutnya masih mendalami soal kemungkinan tersangka tambahan dalam kasus ini.

“Penyidik masih mendalami dan kemungkinan akan bertambah tersangkanya itu cukup besar karena kasus ini masih didalami,” ujarnya.

Rumah dan fasilitas umum dibakar oleh sekelompok massa di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua, Minggu, 3 Oktober 2021 sekitar pukul 12.30 WIT. (Foto: Istimewa)
Rumah dan fasilitas umum dibakar oleh sekelompok massa di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua, Minggu, 3 Oktober 2021 sekitar pukul 12.30 WIT. (Foto: Istimewa)



Rusdi mengatakan penyidik juga masih mendalami soal kemungkinan kericuhan itu dipicu oleh peristiwa meninggalnya mantan Bupati Yahukimo, Abock Busup di kamar Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Minggu (3/10) lalu.

Sebab, beredar sejumlah isu dibalik meninggalnya Abock yang juga mencalonkan menjadi Bupati lagi ini.

“Memang awalnya kepolisian mengindikasikan bahwa penyebab kerusuhan tersebut akibat kematian saudara Abock Busup yang meninggal dunia di Jakarta. Masih didalami latar belakang kasus tersebut,” tutur Rusdi.

Rusdi menuturkan situasi di Yahukimo saat ini telah kondusif. Sebanyak 3 SSK personel TNI dan Polri juga telah berada di Yahukimo untuk memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Seperti diketahui, Kerusuhan di Yahukimo berawal dari massa Suku Kimyal pimpinan Kepala Suku Morome Keya Busup dengan dua minibus dan membawa senjata tajam, seperti busur panah dan parang mendatangi masyarakat Suku Yali sekitar 12.45 WIT, Minggu (3/10).

Informasi soal penyerangan itu diterima oleh Polres Yahukimo sekitar pukul 12.50 WIT. Saat itu, massa dihalau dan meninggalkan TKP menuju Kompleks Suku Yali di perumahan masyarakat kompleks Telkomsel.

Namun, sekitar pukul 13.20 WIT, massa kembali melakukan penyerangan terhadap masyarakat Suku Yali yang berada di Hotel Nuri dan dilanjutkan dengan pembakaran gedung hotel. (Knu)

Baca Juga

1.000 Orang Mengungsi Akibat Kericuhan di Yahukimo

Baca Artikel Asli