MerahPutih.com - Pemerintah kembali mengumumkan adanya penambahan jumlah pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh.
Selama 10-11 Oktober 2020, pasien sembuh bertambah sebanyak 3.546 orang. Sehingga, total pasien sembuh hingga Minggu (11/10) pukul 12.00 WIB sebanyak 255.027 orang.
Kemudian, tercatat pula adanya 4.497 kasus baru pasien terpapar virus corona, dibandingkan data pada Sabtu (10/10) kemarin.
Baca Juga:
Ridwan Kamil Sempat Disebut Pura-pura Jadi Relawan Vaksin COVID-19
Secara keseluruhan, hingga Minggu (11/10) hari ini, Indonesia memiliki 333.449 kasus COVID-19 sejak pengumuman kasus perdana pada 2 Maret 2020 silam.
Sementara itu, pasien yang meninggal juga bertambah sebanyak 79 orang dalam 24 jam terakhir.
Jumlah itu menambah akumulasi pasien meninggal menjadi 11.844 orang.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 untuk memastikan penanganan di sejumlah daerah berjalan lancar.
Untuk itu, Satgas melakukan kunjungan ke beberapa daerah guna berdiskusi soal penanganan yang lebih efektif.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo mengklaim, pemerintah pusat memberikan perhatian pada seluruh daerah yang memerlukan bantuan dalam hal penanganan COVID-19. Terlebih, perhatian juga diberikan pada daerah yang peningkatan kasusnya cukup tinggi.
"Intinya pemerintah pusat memberikan perhatian kepada seluruh daerah yang memerlukan bantuan dari pemerintah pusat sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi dan khususnya lagi daerah-daerah yang mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir," kata Doni Monardo dalam keterangan yang disiarkan akun Youtube BNPB, Jumat (9/10/2020).
Doni bercerita, pihaknya telah mengunjungi Provinsi Sumatra Utara dan Aceh. Dalam minggu ini, Satgas juga menyambangi Provinsi Gorontalo, Biak, hingga Bali.
"Minggu lalu kami berkunjung ke Sumatra Utara dan Aceh, Kami berdiskusi bagaimana melakukan penanganan yang lebih efektif. Kemudian minggu ini kami berkunjung keempat provinsi, yaitu Gorontalo, Sulawesi Utara, Pulau Biak dan Pulau Bali," sambungnya.
Baca Juga:
Diterpa Isu Miring, Berikut Tanggapan Relawan Vaksin COVID-19
Khusus Pulau Biak, beber Doni, pemerintah pusat telah membantu ketersedian fasilitas kesehatan penanganan Covid-19. Sebab, lonjakan kasus positif di Pulau Biak meningkat dan jumlah fasilitas kesehatannya kurang.
"Selama ini Biak dan Waropen itu harus menuju ke Jayapura untuk melakukan pengobatan. Namun dengan diresmikannya Rumah Sakit Darurat Daerah Biak, maka sudah tersedia 40 tempat tidur perawatan dan 10 ruang ICU," jelas dia. (Knu)
Baca Juga:
Anies Cemas Kasus COVID-19 Meroket Akibat Demo Tolak UU Cipta Kerja