MerahPutih.com - KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin pada 12 September 2026. Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 pukul 01.00 WIB.
Hingga Rabu (23/9) malam pukul 22.00 WITA Basarnas mengonfirmasi sebanyak 136 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 28 orang meninggal dunia, sementara 107 korban masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Basarnas mengerahkan Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 dari Kantor SAR Palangka Raya untuk memperkuat pencarian korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di wilayah pesisir Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan pengerahan kedua unsur tersebut dilakukan setelah Basarnas memerintahkan Kepala Kantor SAR Palangka Raya menggelar operasi SAR di wilayah pesisir Kalteng dan sekitarnya guna memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8.
Baca juga:
Permintaan Spanyol Dikabulkan, Pencarian Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo Diperpanjang
Kapal RBB Palangka Raya dan RIB 01 Palangka Raya akan membantu pencarian,
kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-11.
Sejak ditemukannya tiga korban meninggal dunia di Perairan Seruyan, Kalteng, Basarnas memperkuat pencarian di area itu. Jarak lokasi ditemukannya tiga korban meninggal di Perairan Seruyan dari lokasi kapal tenggelam di Laut Jawa, diperkirakan mencapai 145 hingga 150 mil laut.
Sejak hari pertama hingga ketujuh operasi SAR, area di situ masuk area pencarian. Namun kondisi gelombang yang cukup tinggi membuat kapal-kapal pencari mengalami keterbatasan jarak pandang untuk mengamati benda atau korban di permukaan perairan,
ujarnya.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan keberadaan korban atau benda yang dicari tidak terlihat secara seksama meskipun wilayah Perairan Seruyan telah masuk dalam cakupan pencarian yang dilakukan unsur SAR.
Basarnas mengerahkan dua kapal di perairan itu untuk memperluas cakupan area pencarian sejak hari ketujuh operasi SAR hingga mencapai perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar) untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus dan hanyut semakin jauh dari lokasi kapal tenggelam.
Karena memang masih ada ruang-ruang atau daerah-daerah yang sepertinya tidak ter-cover, karena memang keterbatasan jarak pandang dan lain-lain,
ujar Putu.