1 Tahun Berjalan, 55% Rakyat Indonesia Belum Tahu Ada Program Cek Kesehatan Gratis
Sabtu, 24 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan sepanjang tahun 2025, tercatat 70 juta masyarakat Indonesia telah mengikuti cek kesehatan gratis (CKG).
Total ada 10.225 puskesmas yang menyelenggarakan program ini di 38 provinsi. Namun, masih ada beberapa puskesmas yang belum menyelenggarakan CKG, terutama di daerah-daerah yang sangat sulit dijangkau masyarakat.
"Kita sudah periksa 70 juta masyarakat Indonesia di 38 provinsi. Dari keseluruhan puskesmas kita 10.300, ini 10.225 sudah menyelenggarakan," kata Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi kepada wartawan, Sabtu (24/1).
Baca juga:
Kejar Target, Cek Kesehatan Gratis Bakal Datangi Kantor dan Komunitas
Demografi Peserta Program Cek Kesehatan Gratis
Partisipasi Berdasarkan Gender dan Wilayah
- Perempuan: 39,58 juta (54,39%)
- Laki-laki: 33,2 juta (45,61%)
Provinsi dengan jumlah peserta terbanyak:
- Jawa Tengah: 14,4 juta
- Jawa Timur: 13 juta
- Jawa Barat: 10 juta
Partisipasi Berdasarkan Usia
- Bayi baru lahir (2 hari): 2,3 juta dari 4,4 juta (52%)
- Balita & prasekolah (1–6 tahun): 2,7 juta dari 27 juta (10%)
- Anak sekolah & remaja (7–17 tahun): 19,7 juta dari 48 juta (41%)
- Dewasa (18–59 tahun): 31 juta dari 170 juta (18%)
- Lansia (60 tahun ke atas): 6 juta dari 34 juta (18%)
Di luar peserta umum, Pemerintah juga menyelenggarakan CKG di sekolah, madrasah, dan pesantren dengan total 25 juta peserta di 202.284 sekolah.
Baca juga:
Mulai Berlaku Layanan Medis Gratis 15 Hari Setelah CKG Bagi Non-BPJS
Program Cuma Diketahui 45% Rakyat Indonesia
Meski capaian tinggi, Kemenkes menemukan separuh lebih rakyat Indonesia belum tahu soal adanya program CKG, angkanya mencapai 55 persen. Temuan ini akan menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program untuk tahun 2026.
"Dari hasil evaluasi Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan kita, ternyata baru 45 persen masyarakat yang tahu CKG. Ini pertengahan tahun lalu. Jadi kita memang masih perlu meningkatkan awareness dari masyarakat," tandas Maria. (Asp)