Teknologi

Waspadai Aplikasi Penambang Palsu Kripto di Android

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 12 Juli 2021
Waspadai Aplikasi Penambang Palsu Kripto di Android

Waspada banyak beredar aplikasi penambang kripto palsu di Android (Foto: pixaby/geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEMAIN mata uang kripto harus lebih waspada saat ini. Meski sempat turun, nilai mata uang kripto perlahan membaik. Di saat aset kripto mulai diminati, banyak para penipu memanfaatkan keadaan. Mereka membuat aplikasi penambang palsu kripto.

Sebuah perusahaan keamanan bernama Lookout mendapati lebih dari 170 aplikasi Android yang menjadikan peminat mata uang kripto sebagai korban.

Baca Juga:

Harga Bitcoin Naik Kembali ke Level Rp570 jutaan

Aplikasi tersebut umumnya menawarkan layanan penambangan mata uang kripto melalui Cloud. Modus yang dilancarkan, yakni para korban akan diminta membayar sejumlah uang sewa untuk server pelaku yang dijanjikan akan dipakai menambang kripto.

Sebuah perusahaan keamanan mendapati banyak aplikasi penambang palsu kripto.(foto: pcmag)

Namun, berdasarkan investigasi dari Lookout, tidak ada mata uang kripto yang dihasilkan dari penambangan itu.

"Berdasarkan analisis kami, mereka telah menipu lebih dari 93 ribu korban dan mencuri setidaknya USD 350 ribu dari pengguna yang membayar untuk aplikasi tersebut, dan membeli upgrade serta layanan tambahan palsu," jelas Lookout seperti dilansir PcMag.

Dalam kasus tersebut, 25 dari 170 aplikasi bahkan tersedia di Google Play Store. Aplikasi tersebut dijual dari mulai harga USD 11 atau sekitar Rp 160 ribu hingga USD 21 atau sekitar Rp 300 ribu.

Setelah mengetahui laporan dari Lookout, Google tak tinggal diam. Mereka menghapus 25 aplikasi tersebut dari Play Store. Meski begitu, banyak aplikasi penambang palsu yang beredar pada toko aplikasi pihak ketiga.

Lookout menjelaskan, Google tak mampu menghadapi aplikasi tersebut lantaran tidak mengandung kode-kode layaknya sebuah malware. Bahkan, Google disebut tak melakukan apa pun tentang kehadiran aplikasi penipu seperti itu.

"Faktanya, mereka tak melakukan apa pun. Aplikasi tersebut hanyalah 'cangkang' untuk mengumpulkan uang dari layanan palsu," ujar pihak Lookout.

Baca Juga:

Elon Musk Ingin Bitcoin Ramah Lingkungan

Pada sejumlah aplikasi penambang kripto palsu itu, dashboard virtual disuguhkan seakan-akan membuat si korban dapat memantau tingkat kecepatan dari penambangan kripto.

Para pembuat aplikasi palsu mengelabui korbannya dengan tampilan koin hasil tambang palsu (Foto: lookout)

Pada dashboard itu, korban juga bisa melihat sejumlah koin virtual yang telah dihasilkan layanan palsu yang mereka sewa tersebut.

Menurut investigasi Lookout, pada deretan kode yang berjalan dalam aplikasi tersebut, jumlah koin yang berhasil ditambang ternyata fake alias palsu.

"Nilai yang ditampilkan pada dasarnya hanya sebuah penghitung yang berjalan dengan lambat dalam aplikasi. Pada analisis terhadap sejumlah aplikasi, kami menemukan hal ini hanya terjadi ketika aplikasi dijalankan dan akan mengulang ke nol ketika ponsel ataupun aplikasi di-restart," jelas Lookout.

Agar korban tidak sadar bahwa mereka sedang ditipu, sejumlah aplikasi melarang korban untuk buru-buru menarik penghasilan.

Aplikasi itu menginformasikan kepada korban bahwa mereka tidak bisa buru-buru menarik penghasilan mereka. Para korban baru bisa menarik koin yang ditambang ketika telah mencapai batas minimal yang telah ditentukan.

Namun, ketika batas minimal telah tercapai, hasil dari penambangan tersebut tak bisa diambil. Hal itu lantaran aplikasi akan me-reset penghitungan koin atau berkamuflase dengan menampilkan pesan error ketika korban ingin menarik uangnya. (Ryn)

Baca Juga:

Para 'Sultan' Bitcoin Rugi Puluhan Triliun Rupiah

#Teknologi #Mata Uang Digital #Aplikasi
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Tekno
Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI GSMA, Pertanda Meluncur November 2026?
Xiaomi 18 kini muncul di database IMEI GSMA. HP tersebut diperkirakan meluncur November 2026 mendatang.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI GSMA, Pertanda Meluncur November 2026?
Indonesia
QR Code MyPertamina Bakal Berubah-ubah, BPH Migas Perketat Pembelian BBM Subsidi
Pemerintah akan mengubah QR Code di MyPertamina. Nantinya, pembelian BBM subsidi akan diperketat.
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
QR Code MyPertamina Bakal Berubah-ubah, BPH Migas Perketat Pembelian BBM Subsidi
Bagikan