Teknologi

Waspada, Aplikasi Antivirus Gratisan Bisa Bikin Ponsel Rentan Diretas

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 10 Mei 2022
Waspada, Aplikasi Antivirus Gratisan Bisa Bikin Ponsel Rentan Diretas

Waspada bahaya mengintai dibalik aplikasi antivirus gratisan (Foto: pixabay/geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

UNTUK memberikan keamanan ekstra pada ponsel, aplikasi antivirus bisa menjadi pilihan bagi para pengguna Android. Namun, salah pilih aplikasi antivirus gratis justru dapat membuat kemanan serta privasimu terancam diretas penjahat siber.

Seperti dikabarkan Tech Radar, peneliti keamanan siber dair Cybernews baru-baru ini menerbitkan hasil analisis mereka terhadap 40 aplikasi antivirus serta pembersih teratas yang paling banyak diunduh di Google Play Store.

Baca Juga:

Kunci agar Kata Sandi Tidak Mudah Diretas

Peneliti mendapati sejumlah aplikasi antivirus memiliki standar keamanan dan privasi yang rendah. (Foto: pixabay/mohamed_hassan)

Pada Google Play Store, tim Cybernews mendapati 40 aplikasi yang sudah diunduh lebih dari 918 juta kali. Beberapa di antaranya bahkan sudah diunduh lebih dari 1 juta kali.

Di balik kepopuleran antivirus gratis, rupanya banyak dari aplikasi antivirus tersebut yang standar keamanan serta privasinya lebih rendah daripada aplikasi antivirus serupa untuk desktop. Sejumlah aplikasi antivirus itu bahkan membawa data tracker hingga tautan untuk domain yang berpotensi berbahaya.

"Berdasarkan jumlah total instalasi, umumnya para pengguna Android ingin mengamankan ponsel mereka dari malware serta tertarik agar perangkat mereka bekerja secepat mungkin dengan membersihkan file sampah dan cache," jelas Cybernews, dikutip Tech Radar.

Lebih lanjut, peneliti dari Cybernews mengatakan pengguna yang kurang paham akan teknologi mungkin akan mengunduh satu aplikasi untuk melakukan semua pekerjaan tersebut secara otomatis. Namun, dalam beberapa dari opsi gratis yang tersedia, terdapat risiko tersembunyi.

Risiko tersebut antara lain data pengguna bisa dilacak, dijual, atau bahkan dikelola secara tidak aman, karena praktik coding dan privasi yang dipertanyakan dari pengembang aplikasi.

Setelah meneliti 40 aplikasi antivirus itu, Cybernews memberikan nilai 0-100 berdasarkan praktik keamanan merela. Hasilnya, aplikasi 'Keep Clean Cleaner, Antivirus' merupakan opsi terbaik dengan skor 54 dari 100. Setelah itu, 'Safe Security - Antivirus, Booster, Phone Cleaner' berada di posisi paling akhir, dengan nilai 9 dari 100.

Menurut penelitian Cybernews, 13 dari 40 aplikasi antivirus yang diteliti mendapat nilai buruk lantaran praktik coding yang dipertanyakan. Sementara itu, ada enam aplikasi antivirus yang berisi tautan 'berbahaya' yang bisa membuat ponsel Android milikmu rawan dibobol peretas.

Baca Juga:

Chipset Qualcomm dan Mediatek Rentan Disusupi Peretas?

Ada sejumlah aplikasi antivirus yang diduga berpotensi berbahaya. (Foto: pixabay/mohamed_hassan)

Adapun enam aplikasi antivirus yang berisi tautan berpotensi berbahaya yaitu 'Dr. Capsule Antivirus, Cleaner', 'GO Security - AntiVirus, AppLock, Booster', 'Virus Hunter 2021 Virus Scanner and Phone Cleaner', 'AVC Antivirus & Virus Cleaner', 'Fancy Booster - Cleaner, Antivirus & Speed Up', dan 'Phone Junk - Clean Master'.

Pihak Cybernews tidak bisa menganalisis dua dari 40 aplikasi antivirus karena teknik obsfucation yang merupakan metode untuk menangkis reverse engineering. Namun, metode tersebut dapat digunakan untuk 'menutupi' sesuatu ynag berbahaya seperti malware.

Secara total, 38 dari 40 aplikasi yang diteliti Cybernews didapat berisi data tracker. Sementara itu, dua aplikasi yang tidak berisi data tracker hanya 'Super Antivirus' dan 'Virtual Guard'. (Ryn)

Baca Juga:

Menelusur Dalang di Balik Peretasan Channel YouTube Justin Bieber

#Teknologi #Peretasan #Hacker #Antivirus
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Tekno
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
OPPO Reno 16 series siap meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026. Kini, pre-order HP tersebut sudah dibuka sejak 18 Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Tekno
Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI GSMA, Pertanda Meluncur November 2026?
Xiaomi 18 kini muncul di database IMEI GSMA. HP tersebut diperkirakan meluncur November 2026 mendatang.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI GSMA, Pertanda Meluncur November 2026?
Bagikan