Teknologi

Teknologi Cetak 3D Bantu Pembangunan Ulang Terumbu Karang

Leonard Leonard - Selasa, 01 September 2020
Teknologi Cetak 3D Bantu Pembangunan Ulang Terumbu Karang

Butuh puluhan tahun untuk terumbu karang beregenerasi. (Foto: Unsplash/Marek Okon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ILMUWAN kelautan di Universitas Hong Kong telah mengembangkan metode baru untuk menyelamatkan terumbu karang di lepas pantai kota. Mereka membuat ubin terakota yang dirancang khusus kemudian dicetak 3D untuk membuat terumbu buatan di Taman Laut Hoi Ha Wan.

Taman laut seluas 2,6 kilometer persegi merupakan hotspot keanekaragaman hayati lokal dan merupakan rumah bagi lebih dari 60 spesies karang. Sayangnya di tahun 2018, topan super menghancurkan 80 persen karang di daerah tersebut, dan hanya sedikit spesies yang selamat. Sekarang, jika dibiarkan, akan membutuhkan waktu puluhan tahun bagi spesies tersebut untuk beregenerasi secara alami.

Baca juga:

Norwegia Bikin Tempat untuk Mengamati Paus

1
75 peresen habitat terumbu karang terancam hilang. (Foto: Unsplash/euronews)

Dilansir laman Euro News, terumbu karang sangat terpengaruh oleh perubahan iklim. Terumbu karang mendukung sekitar 25 persen dari semua kehidupan laut, menyediakan makanan, tempat berteduh dan tempat bagi organisme lain untuk membesarkan anaknya. Bagi masyarakat yang dekat dengan terumbu karang, menjadi sumber makanan, memberikan perlindungan dari unsur-unsur dan pendapatan melalui pariwisata.

Suhu lautan yang memanas menyebabkan peristiwa pemutihan massal dan seringnya terjadi badai. Menurut sebuah riset baru-baru ini, para peneliti memperkirakan 75 persen terumbu karang di Bumi terancam oleh hilangnya habitat, perubahan iklim, dan gangguan lain yang disebabkan oleh manusia.

Dikembangkan oleh Robotic Fabrication Lab milik universitas, "ubin terumbu" ini membantu karang bertahan hidup dengan membuat permukaan tempat mereka menempel. Fragmen karang tidak dapat dengan mudah menempel ke dasar laut karena bergerak. Kemudian butiran pasir yang abrasif dapat merusak jaringan halusnya juga.

Baca juga:

Gunakan Sinar Matahari, Peneliti Ubah Air Laut Jadi Layak Minum

2
Ubin menjadi tempat terumbu karang menempel dan bertahan hidup. (Foto: Unsplash/scmp)

Ubin karang dicetak 3D menggunakan tanah liat dan kemudian dibakar pada suhu 1125 derajat Celcius untuk mengeras menjadi terakota. Desain rumit mereka terinspirasi oleh pola alami karang dan tim mengklaim bahannya lebih ramah lingkungan daripada alternatif logam atau beton. Terakota secara alami akan terkikis dari waktu ke waktu, artinya dalam beberapa dekade, yang tersisa hanyalah karang baru.

Pada lahan 40 meter persegi, 128 ubin disemai dengan pecahan karang dan dipasang di tiga lokasi pada Juli tahun ini. Saat dipasang ke ubin, pecahannya diangkat dari dasar laut untuk mencegah pasir merusaknya dan mendekatkannya ke sumber cahaya dan nutrisi.

Varietas karang yang diunggulkan memiliki bentuk pertumbuhan yang berbeda-beda. Dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang beraneka ragam sehingga memungkinkan spesies laut lainnya untuk tumbuh subur. Peneliti berharap metode baru ini menjadi kontribusi vital bagi upaya global penyelamatan terumbu karang di seluruh dunia. (lgi)

Baca juga:

Proteus, Stasiun Penelitian Canggih di bawah Laut Karibia
#Terumbu Karang #Laut Dunia #Perubahan Iklim #Teknologi
Bagikan
Ditulis Oleh

Leonard

Berita Terkait

Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Tekno
Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI GSMA, Pertanda Meluncur November 2026?
Xiaomi 18 kini muncul di database IMEI GSMA. HP tersebut diperkirakan meluncur November 2026 mendatang.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI GSMA, Pertanda Meluncur November 2026?
Dunia
Dunia di Ambang Krisis, Tinggi Permukaan Laut Naik 2 Kali Lipat dalam 10 Tahun
Jika tren ini berlanjut, jutaan orang di wilayah pesisir akan menghadapi banjir rob, hilangnya lahan, dan krisis pangan akibat rusaknya ekosistem laut.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Dunia di Ambang Krisis, Tinggi Permukaan Laut Naik 2 Kali Lipat dalam 10 Tahun
Bagikan