Merawat Ingat

Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Raja Rakyat

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 12 April 2022
Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Raja Rakyat

HB IX selalu mendukung Republik Indonesia. (Foto: promediateknologi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DILAHIRKAN dengan nama Gusti Raden Mas Dorodjatun, pada 12 April 1912, adalah anak kesembilan dari Hamengku Buwono VIII (Gusti Pangeran Puruboyo), ibunya adalah Raden Ajeng Kustilah. Ngarso Dalem, demikian beliau disapa sebagai bentuk penghormatan, menjadi putra mahkota Kesultanan Yogyakarta ketika menginjak usia tiga tahun, saat ayahnya naik tahta.

Ketika berumur empat tahun, Dorodjatun harus keluar kraton untuk tinggal bersama keluarga Belanda, Mulder, di wilayah Gondokusuman. Di keluarga inilah kemudian dia mendapatkan nama Henkie yang diambil dari Pangeran Hendrik dari Netherlands. Pendidikan dasar dan menengahnya pada sekolah-sekolah Belanda, kemudian pendidikan tingginya di Belanda. Ekskalasi memanasnya situasi di Eropa yang mengarah pada peperangan, membuatnya harus kembali ke tanah air.

Dorodjatun setibanya di Batavia, sekarang Jakarta, langsung disambangi oleh ayahnya. Selama berada di Batavia, Dorodjatun menerima keris Jaka Piturun. Pemberian keris ini sebagai simbol bahwa suksesi di Kesultanan Yogyakarta sudah berlangsung. Dorodjatun adalah penerus Kesultanan Yogyakarta. Pulang ke Yogyakarta, ayahnya jatuh sakit dan langsung dilarikan ke rumah sakit Onder de Bogen. Bulan akhir Oktober 1939, HB VIII mangkat.

Setelah kesepakatan dalam keluarga maka Dorodjatun menjadi HB IX. Gubernur Jendera Hindia Belanda, Lucien Adam kemudian menobatkannya, pertama sebagai putra mahkota dan kemudian disusul sebagai Sultan Yogyakarta. Dorodjatun bergelar sebagai Sampéyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Sénapati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sanga.

Baca Juga:

Universitas Sebelas Maret Lahir dari Gabungan Lembaga Pendidikan Tinggi

hb
Sri sultan Hamengku Buwono IX dan Sukarno. Membangun Republik Indonesia dari awal. (Foto: indhie)

Saat itu dia menegaskan bahwa meskipun dirinya berpendidikan barat, namun tetap sebagai orang Jawa. HB IX memang dikenal selalu berada bersama rakyat dan Indonesia. Sebagai contoh, untuk mencegah rakyatnya dijadikan romusha oleh tentara Jepang. HB IX kemudian membuat proyek kanal irigasi, Selokan Mataram, dari sungai Progo dan Opak. Alasannya untuk meningkatkan hasil pertanian yang selama ini hanya mengandalkan curah hujan.

Bersama dengan Paku Alam VIII, HB IX sangat mendukung Republik Indonesia sejak dicetuskan Proklamasi 17 Agustus 1945. Perannya sangat besar pada perang kemerdekaan, bahkan membantu dana bagi republik baru ini. Kemudian HB IX mencetuskan perlawanan bersenjata terhadap kedudukan Belanda di Yogyakarta, dikenal dengan peristiwa Serangan Fajar 1 Maret 1949, yang kemudian menjadi kontroversi dalam sejarah.

Dalam masa kemerdekaan HB IX berperan sebagai Gubernur DI Yogyakarta, Menko Pertahanan dan Keamanan, wakil presiden, ketua KONI dan beberapa jabatan lainnya. HB IX juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Mendapatkan medali penghargaan Bronze Wolf dari World Organization of the Scout Movement yang diberikan oleh World Scout Committee. Sampai HB IX wafat tidak pernah mengangkat permaisuri, beliau memiliki empat istri dan 21 anak. (psr)

Baca Juga:

Lagu 'Anyer 10 Maret' Penuh Nuansa Magis

#Merawat Ingat #Sejarah
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Fun
Keluarga Bos Bir Dunia Berebut Warisan Lanjut di Historis House of Guinness Musim ke-2
Netflix resmi mengumumkan kelanjutan serial drama historis House of Guinness ke musim kedua.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Keluarga Bos Bir Dunia Berebut Warisan Lanjut di Historis House of Guinness Musim ke-2
Olahraga
Piala Dunia 2026 Dibuka di Stadion Azteca, Saksi Kejayaan Pele dan Kontroversi 'Hand of God' Diego Maradona
Stadion Azteca akan membuka Piala Dunia 2026. Stadion tersebut menyimpan banyak momen bersejarah selama gelaran Piala Dunia.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Piala Dunia 2026 Dibuka di Stadion Azteca, Saksi Kejayaan Pele dan Kontroversi 'Hand of God' Diego Maradona
Lifestyle
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Tanggal 21 Mei memperingati Hari Reformasi Nasional, Hari Teh Internasional, hingga sejarah berdirinya FIFA. Simak daftar peristiwa pentingnya lengkap di sini
ImanK - Rabu, 20 Mei 2026
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Lifestyle
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
12 Mei memperingati berbagai hari penting nasional dan internasional, mulai dari Tragedi Trisakti, Hari Perawat Internasional, hingga Hari Waisak. Simak sejarahnya
ImanK - Senin, 11 Mei 2026
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
Lifestyle
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Tanggal 7 Mei memperingati apa? Simak 10 peristiwa penting, Hari Perjanjian Roem-Royen, Hari Kopi Nasional, hingga peringatan dunia yang jarang diketahui.
ImanK - Rabu, 06 Mei 2026
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Lifestyle
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
5 Mei memperingati berbagai hari penting seperti Hari Bidan Internasional, Hari Kebersihan Tangan Sedunia, hingga Hari Lembaga Sosial Desa. Simak ulasannya
ImanK - Senin, 04 Mei 2026
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
Lifestyle
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Tanggal 4 Mei memperingati Hari Pemadam Kebakaran Internasional hingga Star Wars Day. Simak daftar lengkap peristiwa penting di Indonesia dan dunia.
ImanK - Minggu, 03 Mei 2026
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Olahraga
Rekor Gol Penalti Tercepat dalam Sejarah Final Piala Dunia Masih Dipegang Johan Neeskens Saat Belanda vs Jerman Barat
Gol Neeskens tersebut tercatat sebagai gol tercepat yang pernah tercipta dalam sebuah laga final Piala Dunia pria hingga saat ini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 04 April 2026
Rekor Gol Penalti Tercepat dalam Sejarah Final Piala Dunia Masih Dipegang Johan Neeskens Saat Belanda vs Jerman Barat
Fun
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Bekas pabrik kopi legendaris Koffie Branderij Margo Redjo, yang berdiri sejak 1915, tetap hidup dan kini menjelma sebagai Dharma Boutique Roastery.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Lifestyle
9 Maret Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Menariknya
9 Maret memperingati Hari Musik Nasional hingga sejumlah peringatan dunia. Simak sejarah, makna, dan daftar peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 9 Maret.
ImanK - Minggu, 08 Maret 2026
9 Maret Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Menariknya
Bagikan