Selidiki Misteri Big Bang, NASA Buat Teleskop Khusus

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 15 Januari 2021
Selidiki Misteri Big Bang, NASA Buat Teleskop Khusus

Teleskop SPHEREx buatan NASA. (Foto: sciencemag.org)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana meluncurkan misi untuk menyelidiki misteri teori Big Bang.

Peristiwa terbentuknya alam semesta itu sampai sekarang masih menjadi misteri hingga kini dan masih sangat banyak yang harus dipelajari oleh para ilmuwan tentang teori tersebut.

Teori Big Bang adalah model kosmologis yang diyakini menjadi awal mula terbentuknya alam semesta kita saat ini. Teori ini juga menyebut bahwa alam semesta awalnya dalam keadaan panas dan padat, yang kemudian meledak dan mengembang.

Baca juga:

Samsung Galaxy Buds Pro Dibanderol Rp2 Jutaan

Konsep tersebut masih menyimpan berjuta misteri, terutama terkait dengan apa yang terjadi dalam sepersekian detik awal, setelah Big Bang atau ledakan dahsyat itu terjadi.

Kini para ilmuwan berusaha untuk mencari bukti mengenai teori Big Bang. Guna mendukung rencananya, NASA telah merancang teleskop luar angkasa, yang akan mampu menyelidiki alam semesta untuk mendapatkan bukti momen-momen paling awal Big Bang.

Bagaimana teori Big Bang bekerja. (Foto: jpl.nasa.gov)
Bagaimana teori Big Bang bekerja. (Foto: jpl.nasa.gov)

Melansir laman Cnet, Teleskop tersebut bernama Spectro-Photometer for the History of the Universe, Epoch of Reionization and Ices Explorer (SPHEREx). SPHEREx saat ini memasuki tahap desain akhir dan diluncurkan pada Juni 2024 dan April 2025.

Dalam kurun waktu tersebut, SPHEREx akan memetakan empat kali seluruh langit, membuat database besar tentang bintang, galaksi, nebula (awan gas dan debu di luar angkasa), dan banyak benda langit lainnya.

Jika berhasil, SPHEREx akan menjadi misi NASA pertama, yang menciptakan peta spektroskopi langit penuh dengan mengamati total 102 warna near-infrared.

Baca juga:

Vaksinasi COVID-19 Dimulai, Apakah Pandemi Berakhir?

Teknologi ini memungkinkan unsur kimia menyerap dan memancarkan panjang gelombang cahaya secara berbeda. Peta yang dibangun dari informasi SPHEREx juga dapat memperkirakan jarak suatu objek dari Bumi, artinya akan menjadi tiga dimensi.

"Itu seperti beralih dari gambar hitam-putih ke teknologi warna," jelas Allen Farrington, manajer proyek SPHEREx di Jet Propulsion Laboratory NASA.

Ia menambahkan bahwa, prioritas pertama SPHEREx adalah mencari bukti dari sesuatu yang menurut NASA mungkin terjadi kurang dari sepersejuta miliar per satu miliar detik setelah Big Bang.

Desain SPHEREx. (Foto: engadget.com)
Desain SPHEREx. (Foto: engadget.com)

NASA berharap dapat menemukan pola statistik yang dapat membantu menjelaskan apa yang terjadi segera setelah big bang, ketika alam semesta berkembang pesat.

Melansir laman The Independent, tim SPHEREx sendiri akan menghabiskan 29 bulan untuk membangun komponen misi sebelum memasuki fase berikutnya, yaitu pengujian dan peluncuran.

Menurut perkiraan pada awal pembuatan misi di 2019 lalu, biaya pembuatan teleskop SPHEREx secara keseluruhan akan mendekati US$ 250 juta atau Rp 3,5 miliar. (Scp)

Baca juga:

Kerokan, Solusi Mujarab 'Masuk Angin' Orang Indonesia Sehabis Pelesiran

#Fakta Unik #Antariksa #Teknologi #Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Tekno
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
OPPO Reno 16 series siap meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026. Kini, pre-order HP tersebut sudah dibuka sejak 18 Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Bagikan