Prilaku Hewan Bisa Deteksi Bencana?

Muchammad YaniMuchammad Yani - Sabtu, 14 September 2019
Prilaku Hewan Bisa Deteksi Bencana?

Deteksi bencana alam melalui perilaku hewan (foto: pexels/tranmautritam)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DIKABARKAN pada laman national geographic, sekitar 500 ribu gempa terdeteksi terjadi di belahan dunia setiap tahun. Sayangnya, hanya beberapa negara saja yang memiliki alat untuk memprediksi gempa. Sisanya? tentu diliputi kekhawatiran.

Sebenarnya ada cara alami yang bisa dijadikan patokan dalam memprediksi bencana terutama gempa. Salah satunya menggunakan insting hewan. Banyak peneliti mencoba memahami perilaku hewan saat terjadi bencana.

Baca juga:

Terlihat Sehat, Makanan Ini Justru Lebih Berbahaya dari Junkfood

Berikut ini prilaku hewan yang dipercaya mampu mendeteksi bencana alam.

1. Deteksi getaran tanah

Hewan yang hidup di tanah lebih mudah merasakan getaran bumi (foto: pexels/pixabay)
Hewan yang hidup di tanah lebih mudah merasakan getaran bumi (foto: pexels/pixabay)

Sebagian masyarakat China, mempercayai hewan memiliki kemampuan dalam memprediksi gempa. Hal ini dikarenakan insiden Haicheng. Sebelum terjadi gempa berkekuatan 7,3 skala richter, pemerintah China memberi peringatan evakuasi masyarakat lebih dulu. Proses evakuasi dilakukan berdasarkan pengamatan perilaku hewan yang berubah dari biasanya. Terlebih pada hewan-hewan yang menetap di tanah.

2. Perubahan udara

Burung-burung berterbangan melakukan perpindahan sarang (Foto: pixabay/berthvthul)
Burung-burung berterbangan melakukan perpindahan sarang (Foto: pixabay/berthvthul)

Peninjauan dilakukan oleh peneliti dengan memasang kamera memusatkan pada aktivitas burung. Saat hendak terjadi bencana, burung lebih cepat bergerak dari biasanya. Posisi terbang cukup tinggi dan dilakukan secara berkelompok. Kondisi ini sebagai tanda akan terjadi sesuatu.

Baca juga:

Seragam Militer akan Seperti Kulit Bunglon

3. Evakuasi lebih dulu

Melakukan evakuasi lebih dulu sebagai pertanda bencana alam (Foto: pexels/absalom robinson)
Melakukan evakuasi lebih dulu sebagai pertanda bencana alam (Foto: pexels/absalom robinson)

Sekumpulan hewan berpindah tempat ke dataran atau lautan yang lebih menenangkan. Lansiran dari berbagai sumber, hewan memiliki kepekaan yang lebih sensitif daripada manusia. Hal ini ditunjukkan berdasarkan riset penelitian dan dokumentasi yang merekam perubahan tingkah laku atau kebiasaan.

4. Perubahan tingkah laku hewan

Kepekaan hewan yang lebih sensitif daripada manusia (foto: pexels/helena lopes)
Kepekaan hewan yang lebih sensitif daripada manusia (foto: pexels/helena lopes)

Jelang bencana alam, sekumpulan hewan memperlihatkan tingkah laku tak seperti biasanya. Pada anjing, pertanda diberikan melalui suara gonggongan. Sementara tikus, ular, musang atau katak berbondong-bondong meninggalkan sarang beberapa hari sebelum bencana alam terjadi.

Baca juga:

Kelapa, 'Superfood' yang Gurih Bagi Tubuh

Meski begitu, perilaku hewan belum dapat dipastikan keterkaitannya dengan bencana alam. Seismolog Amerika mengolah informasi secara skeptis melalui survei. Pada 1970an, juga dilakukan penelitian pada otak anjing.

Menurut USGS pada national geographic, hewan akan bereaksi saat merasa kelaparan, terancam predator dan jelang perkawinan. Maka dari itu, penelitian ini tidak memberikan bukti konkret. (dys)

#Hewan #Fakta
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Olahraga
Liga Inggris Premier League Rampung Digelar, Meninggalkan Sejumlah Fakta Menarik
Liga Inggris Premier League 2025/2026 rampung digelar, dengan meninggalkan sejumlah fakta menarik untuk diketahui.
Frengky Aruan - Senin, 25 Mei 2026
Liga Inggris Premier League Rampung Digelar, Meninggalkan Sejumlah Fakta Menarik
Indonesia
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
DPR meminta pengawasan ketat terhadap hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Sebab, penyakit PMK mulai mengintai.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
Lifestyle
Mudik Bawa Anabul, Wajib Perhatikan 8 Hal Ini
Unggahan di Tiktok hingga Instagram memperlihatkan burung, kucing, anjing, bahkan gecko, diajak pergi bersama alih-alih dititipkan ke pet hotel.
Dwi Astarini - Senin, 16 Maret 2026
Mudik Bawa Anabul, Wajib Perhatikan 8 Hal Ini
Fun
Mudik Lebaran Nyaman Bersama Anabul, ini Tipsnya
Pergi bersama hewan peliharaanmembutuhkan persiapan khusus agar tetap aman dan nyaman, baik bagi pemilik maupun hewan tersebut.
Dwi Astarini - Minggu, 15 Maret 2026
Mudik Lebaran Nyaman Bersama Anabul, ini Tipsnya
Indonesia
Perburuan Rusa di Taman Nasional Komodo Berujung Baku Tembak, 3 Pemburu Liar Ditangkap
Tim gabungan Kemenhut dan Polisi sempat terlibat baku tembak saat menghadang kelompok pemburu liar di Taman Nasional Komodo.
Soffi Amira - Rabu, 17 Desember 2025
Perburuan Rusa di Taman Nasional Komodo Berujung Baku Tembak, 3 Pemburu Liar Ditangkap
Indonesia
Bantah Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang, Pramono: Ada Petugas yang Bertanggung Jawab
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah soal pakan harimau Ragunan dibawa pulang. Ia mengatakan, ada petugas khusus yang bertanggung jawab.
Soffi Amira - Kamis, 20 November 2025
Bantah Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang, Pramono: Ada Petugas yang Bertanggung Jawab
Indonesia
Gratis Sewa 6 Bulan di Tempat Baru, Pramono Tegaskan Sudah Bersikap Humanis ke Eks Pedagang Barito
Gubernur juga menjanjikan sewa gratis dan layanan klinik hewan untuk para pedagang yang bersedia direlokasi ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Oktober 2025
Gratis Sewa 6 Bulan di Tempat Baru, Pramono Tegaskan Sudah Bersikap Humanis ke Eks Pedagang Barito
Indonesia
Rahasia Satwa Antistres Saat Taman Margasatwa Ragunan Buka Malam Hari
Pengunjung diwajibkan menggunakan mobil kereta berkapasitas lima orang per perjalanan dengan tarif tertentu untuk berkeliling
Angga Yudha Pratama - Selasa, 14 Oktober 2025
Rahasia Satwa Antistres Saat Taman Margasatwa Ragunan Buka Malam Hari
Indonesia
Macan Tutul Kabur Dari Lembang Park and Zoo ke Gunung Tangkuban Parahu Bahayakan Nyawa Warga
Kawasan Gunung Tangkuban Parahu sudah cukup banyak penduduk dan menjadi destinasi wisata unggulan Jawa Barat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 September 2025
Macan Tutul Kabur Dari Lembang Park and Zoo ke Gunung Tangkuban Parahu Bahayakan Nyawa Warga
Indonesia
Indonesia Kejar Status Zona Bebas PMK tanpa Vaksinasi dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia
Pemerintah berharap pengakuan dari WOAH dapat diraih pada 2025
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Agustus 2025
Indonesia Kejar Status Zona Bebas PMK tanpa Vaksinasi dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia
Bagikan