Polemik Obat Cacing Ivermectin Saat COVID-19 Melonjak

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 Juni 2021
Polemik Obat Cacing Ivermectin Saat COVID-19 Melonjak

Ivermectin. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia, kembali muncul polemik obat untuk diberikan pada pasien COVID-19. Di awal pandemi, favipiravir atau yang bekenya avigan dan klorokuin pernah menjadi sorotan. Klorokuin umumnya digunakan untuk malaria di wilayah Indonesia timur.

Kini, polemik juga muncul setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, PT Indofarma akan memproduksi Ivermectin dengan kapasitas 4 juta per bulannya. Erick menyebut dengan Ivermectin, diharapkan lonjakan kasus COVID-19 bisa ditangani.

Rencana penggunaan Ivermectin untuk terapi COVID-19 mendapat sorotan tenaga kesehatan karena Ivermectin masih dalam tahap uji klinik di sejumlah rumah sakit. Saat ini, Ivermectin dalam tahap penelitian di Balitbangkes dan bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, termasuk di antaranya RS di bawah Kementerian Pertahanan.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Air Rebusan Belimbing Wuluh Jadi Obat COVID-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan menegaskan, Ivermectin kaplet 12 mg terdaftar di Indonesia untuk indikasi infeksi kecacingan (Strongyloidiasis dan Onchocerciasis). Ivermectin diberikan dalam dosis tunggal 150-200 mcg/kg Berat Badan dengan pemakaian 1 (satu) tahun sekali. Ivermectin merupakan obat keras yang pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter.

Dalam pernyataanya BPOM menyebutkan, data uji klinik yang cukup untuk membuktikan khasiat Ivermectin dalam mencegah dan mengobati COVID-19 hingga saat ini belum tersedia. Dengan demikian, Ivermectin belum dapat disetujui untuk indikasi tersebut.

Ivermectin yang digunakan tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan efek samping, antara lain nyeri otot/sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, dan Sindrom Stevens-Johnson.

"Produksi Ivermectin untuk pengobatan pada manusia di Indonesia masih baru," tulis BPOM.

Politisi Senayan yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Mukhtarudin dan pernah terkonfirmasi positif COVID-19 pada 10 April 2021, kemudian diisolasi di RS Abdi Waluyo pada 11 April 2021 dengan gejala ringan, tanpa batuk, tanpa sesak nafas, dan tanpa demam namu mengalami kehilangan indra penciuman, mengaku mendapat
beragam obat mulai dari vitamin hingga Ivermectin.

Ia mengungkapkan, obat Ivermectin bagus untuk membantu terapi pasien agar sembuh dari COVID-19. Ivermectin dikonsumsi oleh Mukhtarudin selama kurang lebih lima hari saat menjalani isolasi mandiri di RS Abdi Waluyo.

"Saat menerima obat Ivermectin, saya kemudian searching untuk mengetahui jenis dan khasiatnya apa? Ternyata ini adalah obat cacing dan saya konsumsi saja. Tentu dengan pengawasan dokter, karena saya berpikiran mungkin ada bakteri atau virus yang dapat diatasi dengan obat ini," ujarnya.

Namun, Mukhtarudin mengimbau masyarakat untuk menghormati keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait Ivermectin yang diproduksi oleh PT Indofarma Tbk tersebut.

"Pertama, kita menghormati keputusan BPOM sebagai lembaga yang relevan bahwa ini boleh digunakan untuk pengobatan COVID-19. Yang kedua, tentu yang namanya dokter sudah memberikan resep itu pasti ada manfaat, terhadap yang saya derita dan saya mengkonsumsi Ivermecetin dan hampir orang tanpa gejala (OTG) dan dikasih Ivermectin dan sembuh." ujar Mukhtarudin.

Dukungan adanya obat murah bagi pasien COVID-19, didukung Deputi Kampanye Publik Said Aqil Siroj (SAS) Institute Endang Tirtana dan mengingatkan kepada pemerintah untuk mewaspadai adanya mafia obat di tengah pandemi COVID-19. Termasuk perlu pengawasan ketat dalam distribusi Ivermectin.

Wisma Atlet. (Foto: Antara)
Wisma Atlet. (Foto: Antara)

Obat terapi COVID-19 itu diharapkan dapat memberikan kecepatan penyembuhan pada masyarakat yang tengah melakukan isolasi mandiri. Keberadaan obat terapi COVID-19 itu harus mudah ditemukan.

"Obat terapi ini harapannya bisa mempercepat penyembuhan mereka yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Sehingga beban tenaga medis dan rumah sakit dapat berkurang, dan nyawa masyarakat dapat lebih banyak diselamatkan," jelasnya.

Menteri BUMN Erick Thohir menekankan bahwa obat Ivermectin produksi PT Indofarma Tbk untuk terapi penanganan COVID-19, bukan obat COVID-19. {ihaknya terus melakukan komunikasi intensif kepada Kementerian Kesehatan, karena dari studi yang ada Ivermectin ini dianggap bisa membantu terapi pencegahan dan harganya sangat murah.

"Ivermectin merupakan obat keras dan harus digunakan dengan resep serta pengawasan dokter, sehingga tidak boleh asal-asalan dalam mengonsumsinya," ujarnya. (Asp)

Baca Juga:

Membedakan Vaksin, Antibodi dan Obat COVID-19

#Obat Covid #COVID-19 #BUMN #Erick Thohir #Kasus Covid
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030
Presiden RI, Prabowo Subianto, menginstruksikan persiapan matang timnas Indonesia menjelang kualifikasi Piala Dunia 2030.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030
Indonesia
Prabowo Dukung Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030, Erick Thohir: Harus Dipersiapkan secara Matang
Presiden RI, Prabowo Subianto, mendukung timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Ketum PSSI, Erick Thohir mengatakan, persiapannya harus matang.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Prabowo Dukung Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030, Erick Thohir: Harus Dipersiapkan secara Matang
Indonesia
PLN Tambah Direksi, Petinggi Perusahaan Jadi 12 Orang
PLN menambah direksi dengan menghadirkan tambahan nomenklatur Wakil Direktur Utama (Wadirut).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
PLN Tambah Direksi, Petinggi Perusahaan Jadi 12 Orang
Indonesia
Pupuk Indonesia Catatkan Kenaikan Laba 230 Persen, Capai Rp 6,70 Triliun
Hingga Mei 2026, Pupuk Indonesia Group mencatat pendapatan year-to-date (YTD) sebesar Rp 47,71 triliun atau tumbuh 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Pupuk Indonesia Catatkan Kenaikan Laba 230 Persen, Capai Rp 6,70 Triliun
Olahraga
Erick Thohir Buka Lebar Pintu Naturalisasi Atlet Semua Cabor, Bukan Cuma Sepak Bola
Tujuan naturalisasi untuk meningkatkan prestasi Indonesia dalam semua cabang olahraga di panggung internasional.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Erick Thohir Buka Lebar Pintu Naturalisasi Atlet Semua Cabor, Bukan Cuma Sepak Bola
Indonesia
DPR Dukung Danantara Pangkas BUMN Jadi 100-200 Entitas, Minta Roadmap Jelas
Rencana Danantara memangkas jumlah entitas BUMN mendapat dukungan DPR. Namun, Komisi VI mengingatkan agar proses konsolidasi dilakukan secara hati-hati dengan kajian menyeluruh.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
DPR Dukung Danantara Pangkas BUMN Jadi 100-200 Entitas, Minta Roadmap Jelas
Olahraga
Dapat Lampu Hijau Komisi X DPR, Erick Thohir Jelaskan Pentingnya Naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery
Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery telah mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia dan diproyeksikan tampil di ASEAN Championship 2026.
Frengky Aruan - Senin, 15 Juni 2026
Dapat Lampu Hijau Komisi X DPR, Erick Thohir Jelaskan Pentingnya Naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery
Olahraga
Timnas Indonesia U-19 Butuh Jam Terbang, Menurut Erick Thohir Usai Kekalahan dari Australia
Timnas Indonesia U-19 ditunggu agenda cukup penting yakni Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Frengky Aruan - Jumat, 12 Juni 2026
Timnas Indonesia U-19 Butuh Jam Terbang, Menurut Erick Thohir Usai Kekalahan dari Australia
Olahraga
Timnas Indonesia Diingatkan Tetap Membumi Setelah Posisi di Ranking FIFA Naik, Ketum PSSI: Peringkat Tidak Menjamin Hasil Akhir
Terlepas dari ranking FIFA, John Herdman mengaku bangga dengan perkembangan skuadnya
Frengky Aruan - Jumat, 12 Juni 2026
Timnas Indonesia Diingatkan Tetap Membumi Setelah Posisi di Ranking FIFA Naik, Ketum PSSI: Peringkat Tidak Menjamin Hasil Akhir
Indonesia
1.077 BUMN Bakal Dipangkas Jadi 200, Danatara Jamin Tak Ada Pemecatan Pegawai
program perampingan BUMN berpotensi menghasilkan penghematan langsung hingga Rp 50 triliun per tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 12 Juni 2026
1.077 BUMN Bakal Dipangkas Jadi 200, Danatara Jamin Tak Ada Pemecatan Pegawai
Bagikan