MerahPutih.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah membuka peluang naturalisasi atlet tidak hanya di cabang sepak bola, tetapi juga di berbagai cabang olahraga lain. Tujuannya untuk meningkatkan prestasi Indonesia di panggung internasional.
Selama warga diaspora memang punya jiwa Merah Putih, baik di sepak bola, renang, maupun cabang-cabang olahraga lainnya, kami membuka diri,
Menpora Erick Thohir, dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Rabu (17/6).
Indonesia dan Diaspora Atlet
Menpora mencontohkan fenomena globalisasi olahraga yang sudah terjadi di banyak negara. Jepang menaturalisasi kiper Zion Suzuki (keturunan Jepang-Ghana), pebasket Rui Hachimura (Jepang-Benin), dan petenis Naomi Osaka (Jepang-Haiti).
Baca juga:
Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Bagian Upaya PSSI Capai Target 50 Besar Ranking FIFA
Indonesia sendiri memiliki sejumlah atlet diaspora yang sudah berkontribusi. Contohnya dilansir Antara, perenang Masniari Wolf yang menyumbang tiga emas SEA Games, Felix Viktor Iberle (renang, keturunan Indonesia-Jerman), serta Ni Wayan Malana Fairbrother (skateboard, keturunan Indonesia-Inggris-Australia).
Erick juga mengingatkan bahwa beberapa atlet Indonesia pernah dinaturalisasi oleh negara lain, seperti Mia Audina yang memperkuat Belanda di Olimpiade Athena 2004, serta legenda ganda putra Tony Gunawan yang membela Amerika Serikat.
Baca juga:
Paspor Atlet Naturalisasi Jadi Polemik, RUU Kewarganegaraan Segera Dirampungkan
Fokus Prestasi dan Grassroots
Menurut Erick, naturalisasi adalah langkah strategis untuk memperkuat tim nasional di berbagai cabang olahraga. Namun, ia menekankan bahwa pembangunan atlet dari akar rumput tetap menjadi prioritas.
“Potensi-potensi seperti inilah yang menjadi alasan kami membuka diri terhadap naturalisasi, tanpa cabang-cabang olahraga melupakan pembangunan dari tingkat grassroots,” tandasnya. (*)