Sains

Ilmuwan Lakukan Uji Coba Penumbuhan Organ di Angkasa Luar

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 24 September 2020
Ilmuwan Lakukan Uji Coba Penumbuhan Organ di Angkasa Luar

Ilmuwan sedang berusaha untuk menumbuhkan organ di luar angkasa. (Foto: Dominic Hart, NASA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PARA ahli sains mulai mengeksplorasi angkasa luar dengan level berbeda. Tak lagi hanya menjelajah, para ilmuwan kini maju dan berusaha untuk menumbuhkan organ di luar angkasa. Sebuah terobosan terkini.

Seperti dilansir Science Daily, kedua pemimpin penelitian Dr Cora Thiel dan professor Oliver Ullrich tengah menguji konsep inovatif mereka tentang produksi jaringan manusia dalam keadaan tanpa bobot untuk kepentingan pengobatan transplantasi dan pengobatan presisi.

BACA JUGA:

Perusahaan Jepang Buat Lampu UV Pembasmi Virus Corona dalam Ruangan

Saat misi pasokan ulang Stasiun Luar Angkasa Internasional Space X CRS-20 lepas landas dari Cape Canaveral (AS), 6 Maret, sebanyak 250 tabung reaksi dari Universitas Zurich yang berisi sel induk manusia dewasa ikut diangkut. Sel induk itu akan berkembang menjadi tulang, tulang rawan, dan organ lainnya selama sebulan berada di luar angkasa.

Pertanyaannya, kenapa harus jauh-jauh ke angkasa luar? Melansir laman Forbes, para peneliti di Bumi telah membuat struktur biologis yang identik dengan struktur alami yang ditemukan di jaringan dan organ tubuh manusia menggunakan bioprinter 3D.

Sama seperti printer 3D biasa, bioprinter 3D menghasilkan struktur tiga dimensi lapis demi lapis secara berturut-turut. Struktur itu membutuhkan penyangga atau perancah (scaffolding) untuk membentuk bentuk yang diinginkan. Akan tetapi, di bawah gravitasi Bumi, perancah konvensional tidak dapat menopang beberapa struktur terkecil dan paling kompleks, seperti kapiler di dalam organ manusia. "Kami menggunakan keadaan tidak berbobot sebagai alat," jelas Thiel, salah seorang pemimpin penelitian di UZH Space Hub, kepada Science Daily.

NASA
Karena tidak ada gravitasi, luar angkasa menjadi tempat yang ideal untuk menumbuhkan organ. (Foto: twitter @ISS_CASIS)

Jika tes ini sukses, studi direncanakan untuk secara bertahap beralih dari laboratorium kecil ke skala produksi yang lebih besar. Di masa mendatang, proses inovatif dapat digunakan untuk menghasilkan transplantasi jaringan seperti tulang rawan atau sel hati baru di luar angkasa dari sel induk yang diambil dari pasien individu dalam prosedur rutin.

"Jaringan manusia autologus yang diproduksi secara artifisial dapat digunakan untuk menentukan kombinasi obat mana yang paling cocok untuk pasien yang bersangkutan. Selain itu, jaringan manusia dan struktur yang mirip dengan organ yang diproduksi di luar angkasa dapat membantu mengurangi jumlah percobaan pada hewan," kata Ullrich.

ISS
International Space Station sedang menguji Fasilitas BioFabrikasi yang dirancang oleh Techshot untuk mencetak jaringan. (twitter @SpaceCenterHou)

Untuk menguji penumbuhan organ di luar angkasa, Forbes mengabarkan awak Stasiun Luar Angkasa saat ini sedang menguji Fasilitas BioFabrikasi (BioFabrication Facility) yang dirancang Techshot untuk mencetak jaringan mirip organ dalam gaya berat mikro.

Mereka menggunakan kaset khusus yang menahan cetakan jaringan selama beberapa minggu. Hal ini memungkinkan jaringan untuk terbentuk secara kohesif pada tingkat sel.

Tes ini merupakan satu langkah maju menuju pembuatan organ manusia di luar angkasa dengan bioprinting 3D. Seiring waktu, Fasilitas BioFabrikasi dapat menjadi bagian dari sistem yang lebih besar yang mampu memproduksi organ manusia yang berfungsi penuh dan utuh. Hal itu telah menjadi impian para ilmuwan dan dokter di seluruh dunia.(Lev)

BACA JUGA:

Gundam, Nyata di Yokohama

#Sains #Teknologi
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Tekno
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
OPPO Reno 16 series siap meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026. Kini, pre-order HP tersebut sudah dibuka sejak 18 Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Bagikan