[HOAKS atau FAKTA]: Gangguan Internet Massal karena Di-hack

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 23 September 2021
[HOAKS atau FAKTA]: Gangguan Internet Massal karena Di-hack

Tangkapan layar soal hoaks gangguan internet massal karena di-hack. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beberapa waktu lalu, pengguna internet di Indonesia banyak mengeluhkan masalah terkait lambatnya jaringan sampai hilangnya sinyal.

Hal ini memunculkan spekulasi masyarakat yang menduga telah terjadi masalah pada pusat operator internet yang mereka gunakan.

Namun berbeda dengan salah satu akun Tiktok yang menyebutkan bahwa masalah jaringan, hingga hilangnya sinyal internet di Indonesia disebabkan karena operator layanan telekomunikasi di Indonesia telah di-hack.

archive.fo/piMlq

https://vt.tiktok.com/ZSJoKR7Na/

“Sedikit informasi, saat ini sedang ada gangguan masal se Indonesia utk pengguna jaringan wifi indihome dr telkom dan jg jaringan Telkomsel, XL, Indosat di karenakan provider yg ad di Indonesia lagi kena hack”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Jokowi Pecat Anies dari Jabatan Gubernur DKI

FAKTA:

Setelah menelusuri masalah jaringan/sinyal internet Indonesia yang hampir secara bersamaan terjadi, diketahui bahwa hal ini disebabkan oleh jaringan kabel fiber optic Jakarta-Singapura yang putus.

Melansir dari artikel CNBCIndonesia, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza mengatakan, sistem kabel yang terdampak adalah sistem Jakarta-Bangka-Bintan-Singapura (B2JS) milik PT Ketrosden Triasmitra.

Karena putusnya jaringan fiber optik ini, hampir semua traffic internasional mengalami gangguan.

Tangkapan layar soal hoaks gangguan internet massal karena di-hack. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Tangkapan layar soal hoaks gangguan internet massal karena di-hack. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Dampaknya juga cukup luas karena sebagian besar penyelenggara telekomunikasi menggunakan sistem kabel ini.

Namun Jamalul menyatakan bahwa masing-masing penyedia layanan sudah mulai melakukan reroute ke rute kabel lain sebagai alternatif penyelesaian masalah.

Masalah gangguan sinyal Telkomsel dan Indihome pun diketahui terjadi akibat adanya masalah teknis.

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengungkapkan, gangguan yang terjadi pada Indihome dan Telkomsel terjadi akibat adanya problem sistem komunikasi kabel laut Jawa, Sumatera, dan Kalimantan ruas Batam Pontianak sekitar pukul 17.33 WIB.

Jadi dapat disimpulkan bahwa gangguan jaringan/sinyal yang terjadi di hampir seluruh Indonesia dikarenakan adanya aktivitas hacking adalah informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

Baca Juga:

Marak Informasi Sensasi dan Hoaks, ASN Dituntut Jadi Corong Membumikan Pancasila

KESIMPULAN:

Faktanya gangguan jaringan/sinyal yang terjadi bukan karena adanya aktivitas hacking, melainkan terjadi masalah teknis pada sistem komunikasi kabel. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Mengonsumsi Labu Kuning Dapat Menyembuhkan COVID-19

##HOAKS/FAKTA
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Erdogan Tidak Mau Bersalaman dengan Prabowo
Tengah viral di media sosial soal informasi yang menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak bersalaman dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Erdogan Tidak Mau Bersalaman dengan Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gara-gara Kasus Korupsi, Prabowo Ganti MBG dengan Bantuan Tunai
Bakom menegaskan bahwa tidak ada instruksi dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan operasional dapur MBG di seluruh Indonesia.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gara-gara Kasus Korupsi, Prabowo Ganti MBG dengan Bantuan Tunai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Larang Rakyat Demo Kenaikan BBM Jenis Pertamax
Informasi ini diunggah akun TikTok “TENTANG MEDIA”.
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Larang Rakyat Demo Kenaikan BBM Jenis Pertamax
Dunia
[HOAKS atau FAKTA] : Indonesia Tolak Keinginan Timor Leste Kembali ke NKRI
Klaim Timor Leste ingin kembali ke Indonesia adalah hoaks. Faktanya, video hanya membahas impor barang dari Indonesia tanpa pernyataan resmi bergabung ke NKRI.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Indonesia Tolak Keinginan Timor Leste Kembali ke NKRI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang diderita seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kabar Baik, Penderita Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Bisa Sembuh tanpa Obat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo akan Ubah Pemberian MBG Jadi Sehari Dua Kali
Beredar informasi yang menyebut Prabowo akan mengubah skema pemberian MBG jadi dua kali sehari. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo akan Ubah Pemberian MBG Jadi Sehari Dua Kali
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tarif Listrik dan PDAM Melonjak 2 Kali Lipat
Kabar kenaikan tarif listrik dan PDAM tengah menjadi pembahasan di media sosial.
Frengky Aruan - Sabtu, 06 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Tarif Listrik dan PDAM Melonjak 2 Kali Lipat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Impor Ratusan 700 Juta Butir Telur dari China untuk MBG
Informasi ini diunggah akun Facebook “Asal Ngontent” yang juga menyinggung Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Frengky Aruan - Jumat, 05 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Impor Ratusan 700 Juta Butir Telur dari China untuk MBG
Indonesia
Hoaks Kejahatan di Jakarta Viral, Diskominfotik Didesak Patroli Siber
warga untuk bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyaring konten-konten yang dikonsumsi sebelum dibagikan di akunnya masing-masing.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Hoaks Kejahatan di Jakarta Viral, Diskominfotik Didesak Patroli Siber
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Sebut MBG Membebani APBN
Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Sebut MBG Membebani APBN
Bagikan