Cuaca Ekstrem Picu Potensi Bencana Alam di Sejumlah Wilayah Indonesia

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 12 Maret 2021
Cuaca Ekstrem Picu Potensi Bencana Alam di Sejumlah Wilayah Indonesia

Ilustrasi. (pixabay.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Hasil analisis dinamika atmosfer-laut dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menunjukkan bahwa fenomena La Nina di tanah air dapat berlangsung hingga Mei 2021. Yakni dengan intensitas lemah hingga normal.

Kondisi tersebut masih dapat berkontribusi pada peningkatan massa udara basah dan lembab di sekitar wilayah Indonesia.

Baca Juga:

Ini Jalan-Jalan Tergenang Banjir di Jakarta, Arus Lalu Lintas Terganggu

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, fenomena Monsun Asia masih cukup aktif yang mengakibatkan aliran massa udara dari wilayah Belahan Bumi Utara (BBU) dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

Monsun Asia mulai memasuki periode pelemahan pada akhir Maret 2021 yang mengindikasikan bahwa periode puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia mulai berakhir. Sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau mulai akhir Maret 2021.

Menurut Guswanto, salah satu ciri umum kejadian cuaca saat periode peralihan musim adalah adanya perubahan kondisi cuaca yang relatif lebih cepat. Dimana pada pagi-siang umumnya cerah-berawan dengan kondisi panas cukup terik yang diikuti dengan pembentukan awan yang signifkan.

"Namun terjadi hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang secara umum dapat terjadi pada periode siang-sore hari," urai Guswanto lewat keterangan persnya, Jumat (12/3).

Selama periode peralihan musim, ada beberapa fenomena cuaca ekstrem yang harus diwaspadai, yaitu : Hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, Puting beliung, Waterspout dan Hujan es.

Pangdam dan Kapolda Metro Jaya tinjau banjir di Cipinang Melayu. (Foto: Antara)
Pangdam dan Kapolda Metro Jaya tinjau banjir di Cipinang Melayu. (Foto: Antara)

Fenomena hujan es merupakan fenomena yang umum terjadi selama periode peralihan musim, hal tesebut dipicu oleh pola konvektifitas massa udara dalam skala lokal-regional yang lebih signifikan selama periode peralihan musim.

Hujan es umumnya dapat terjadi dari sistem awan Cumulonimbus (Cb) yang menjulang tinggi. Dengan kondisi labilitas udara yang signifikan sehingga dapat membentuk kristal es di awan dengan ukuran yang cukup besar.

Fenomena downdraft (aliran massa udara turun dalam sistem awan) yang terjadi di sistem awan Cb terutama pada saat fase matang dapat menyebabkan butiran es dengan ukuran yang cukup besar. Dalam sistem awan Cb tersebut turun ke dasar awan hingga keluar dari awan menjadi fenomena hujan es.

Kecepatan downdraft dari awan Cb tersebut cukup signifikan sehingga dapat mengakibatkan butiran es yang keluar dari awan tidak mencair secara cepat di udara. Bahkan sampai jatuh ke permukaan bumi masih dalam bentuk butiran es yang dikenal dengan fenomena hujan es.

Guswanto meminta masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem. Seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan dampak yang dapat ditimbulkannya.

Baca Juga:

75 RW di Jakarta Tergenang Banjir akibat Hujan Deras Sejak Jumat Malam

Diantaranya anjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin selama memasuki masa pancaroba tahun ini.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Selain itu hujan intensitas lebat juga terjadi di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. (Knu)

#BMKG #Hujan #Cuaca Buruk
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan, Minggu, 21 Juni 2026, Mulai Ringan hingga Disertai Petir
Hujan disertai petir akan terjadi di Pekanbaru (Riau), Pontianak (Kalimantan Barat), dan Tanjung Selor (Kalimantan Utara).
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan, Minggu, 21 Juni 2026, Mulai Ringan hingga Disertai Petir
Indonesia
Suhu Dingin Bakal Melanda Berbagai Wilayah di Puncak Kemarau, Tahun 1994 Capai 17,4 Celcius.
Selain suhu udara yang lebih rendah, pihaknya mencatat adanya potensi kemunculan kabut pada musim kemarau, khususnya pada malam hingga pagi hari
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Suhu Dingin Bakal Melanda Berbagai Wilayah di Puncak Kemarau, Tahun 1994 Capai 17,4 Celcius.
Indonesia
Prakiraan Cuaca 19 Juni 2026: Jakarta Super Cerah, Kepulauan Seribu Mendung Tebal
Memasuki siang hari, cuaca terik masih bertahan di lima wilayah kota administratif Jakarta
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 19 Juni 2026: Jakarta Super Cerah, Kepulauan Seribu Mendung Tebal
Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia 19-22 Juni 2026: Belasa Kota-Kota di Indonesia Bakal Diguyur Hujan Ringan-Sedang
Meskipun indikator kategori "Siaga" (hujan lebat - sangat lebat) terpantau Nihil, potensi bahaya sekunder tetap mengintai
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia 19-22 Juni 2026: Belasa Kota-Kota di Indonesia Bakal Diguyur Hujan Ringan-Sedang
Indonesia
BMKG Ramal Langit Ibu Kota Bersih Tanpa Drama Hujan Sepanjang Rabu (18/6)
Cuaca Jakarta Hari Ini: BMKG Ramal Cerah Berawan Seharian
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
BMKG Ramal Langit Ibu Kota Bersih Tanpa Drama Hujan Sepanjang Rabu (18/6)
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan Seharian, Langit Jakarta Lagi Ramah
Memasuki waktu siang hingga malam hari, situasi udara di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara berubah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 Juni 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan Seharian, Langit Jakarta Lagi Ramah
Indonesia
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Gempa ini dikategorikan dalam gempa dangkal yang dipicu sesar aktif.
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Indonesia
Indonesia Terbelah Dua! Wilayah Selatan Membeku Kedinginan, Bagian Utara Malah Kebanjiran Hujan Lebat
Ketiadaan awan pemantul menciptakan dua sisi mata uang cuaca ekstrem ekstrem pada Juni 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Indonesia Terbelah Dua! Wilayah Selatan Membeku Kedinginan, Bagian Utara Malah Kebanjiran Hujan Lebat
Indonesia
Prakiraan Cuaca 15-18 Juni: Daftar Wilayah Siaga Hujan Ringan Hingga Lebat
Kondisi lebih ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat dan angin kencang masuk dalam kategori tingkat peringatan dini khusus
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 15-18 Juni: Daftar Wilayah Siaga Hujan Ringan Hingga Lebat
Lifestyle
Cuaca Jabodetabek 16-17 Juni 2026: Hujan Ringan Mendominasi
BMKG memprediksi cuaca Jabodetabek 16–17 Juni 2026 didominasi hujan ringan di berbagai wilayah. Simak rincian cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
Cuaca Jabodetabek 16-17 Juni 2026: Hujan Ringan Mendominasi
Bagikan