Kesehatan

Cara Mengatasi Philophobia, Kondisi Mental Takut Jatuh Cinta

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 28 Oktober 2019
Cara Mengatasi Philophobia, Kondisi Mental Takut Jatuh Cinta

Mengenal Philophobia, gejala mental takut jatuh cinta(Foto: pixabay/sasint)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MUNGKIN kamu pernah mengenal seseorang atau memiliki teman maupun kerabat yang merasa takut untuk jatuh cinta. Hal tersebut bisa jadi bukan karena kurang percaya diri, melainkan mengalami philophobia.

Philophobia merupakan salah satu kondisi mental dimana seseorang takut jatuh cinta. Biasanya orang yang mengalami philophobia, memiliki pengalaman buruk yang menyebabkan trauma psikis.

Baca Juga:

Terbongkar! Ini Dampak Putus Cinta bagi Kesehatan

Seperti halnya pernah disakiti oleh pasangan, hingga kamu merasa khawatir untuk membina hubungan asmara lagi dengan orang lain.

Gejala Philophobia bisa terjadi pada siapapun (Foto: pixabay/free-photos)

Gejala Philophobia tak hanya memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang. Tapi philopobia juga bisa menimbulkan gejala fisik saat orang tersebut dihadapkan pada masalah percintaan.

Antara lain yaitu, detak jantung berdegup cepat atau berdebar-debar, sesak napas, keringat berlebihan, serta mual.

Sebuah penelitian membuktikan, bahwa krisis kepercayaan pada pasangan, membuat banyak generasi muda memilih untuk tak memiliki pasangan. Hal itu pun bisa menjadi salah satu penyebab banyaknya pasangan yang tak sanggup mempertahankan hubungan.

Baca Juga:

Beberapa Ciri Perempuan yang Sedang Jatuh Cinta, Nomor 4 Bikin Kamu Terkejut

Lantas bagaimana cara menangani Philophobia? Seperti yang dilansir dari laman alodokter, ada beberapa tips yang bisa dilakukan secara mandiri, untuk menangani rasa takut jatuh cinta atau philophobia.

Belajarlah dari masa lalu (foto: pixabay/adamkontor)

Pertama, belajar dari masa lalu, jika kamu pernah mengalami putus cinta, maka belajarlah dari kegagalan itu. Apabila dahulu hubunganmu gagal lantaran tak adanya rasa saling pengertian, maka kamu harus mencoba lebih terbuka dengan pasangan, dan berusaha untuk saling mengerti.

Begitupun jika sebelumnya pasanganmu tak konsisten atau setia dengan komitmen, maka bicarakanlah dengan pasanganmu saat ini tentang keseriusan serta arah hubunganmu sejak awal.

Krmudian buang pikiran negatif. Jadi disaat kamu akan memulai sebuah hubungan kembali, kamu mungkin punya pikiran negatif. Seperti halnya pasanganmu mungkin tak benar-benar mencintaimu, atau bisa jadi suatu saat dia akan pergi karena menganggapmu tak menarik lagi.

Buah jauh-jauh pikiran negatif dan kalahkan rasa takut (Foto: pixabay/chena)

Hal itu mungkin hanya ada di dalam pikiran kamu, karena kenyataanya belum tentu seperti yang kamu pikirkan. Jadi mulai saat ini, jauhilah pikiran negatif seperti itu. Cobalah untuk membuat hubunganmu jadi lebih positif, dengan cara menjalin komunikasi yang baik dengannya.

Yang ketiga yaitu kalahkan rasa takutmu untuk jatuh cinta. Pada dasarnya jatuh cinta akan membuat kamu bahagia. Memang biasanya hubunga percintaan tak lepas dari masalah yang bisa membuatmu sedih atau marah. Tapi kamu harus yakin bahwa setiap masalah pasti ada solusinya, dan permasalahan itulah yang bisa membantu kamu dan pasanganmu lebih dewasa dalam menjalani hubungan.

Jika rasa takut jatuh cinta kamu terasa berlebihan, kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater guna mendapat penanganan secara tepat. Kemungkinan penderita philophobia akan direkomendasikan menjalani terapi perilaku kognitif. Terapi tersebut bermanfaat mengubah pikiran dan keyakinan negatif, serta mengubah reaksi terhadap sumber ketakutan, hingga rasa takut itu pun perlahan hilang. (Ryn)

Baca Juga:

Orang dengan Zodiak Berikut Pantang Menyerah Perjuangkan Cinta, Apakah Kamu Termasuk?

#Relationship #Hubungan Asmara #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Indonesia
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Mantan Pacar Hingga Kritis, Pelaku Terobsesi Masalah Percintaan
Polisi berhasil menyita barang bukti berupa sebilah kapak dan parang yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Februari 2026
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Mantan Pacar Hingga Kritis, Pelaku Terobsesi Masalah Percintaan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Bagikan