Teknologi

Apple Watch Bisa Mendeteksi Penyakit Langka

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 17 Februari 2022
Apple Watch Bisa Mendeteksi Penyakit Langka

Seorang Perawat menyadari bahwa data dari Apple Watch miliknya bisa membantunya untuk mendeteksi lebih cepat masalah penyakit tiroid yang langka (Foto: Pixabay/fancycravel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK kejadian bagaimana Apple Watch yang secara proaktif memberikan peringatan pada penggunanya, khususnya masalah kesehatan yang berpotensi mengancam jiwa.

Seperti kisah seorang perawat asal Australia yang menyadari bahwa data dari Apple Watch miliknya bisa membantunya untuk mendeteksi lebih cepat penyakit tiroid langka.

Baca Juga:

Geser Apple, Microsoft Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Apple Watch membantu Rebecca mendeteksi lebih cepat penyakit yang dialaminya (Foto: Pixabay/charlie0111)

Hal itu diketahui setelah dia mengalami gejala kesehatan selama berbulan-bulan. Seperti yang dikutip dari laman 9to5mac yang dinukil dari wawancara dengan New Zaeland Herald, perawat bernama Lauren Rebecca, menjelaskan bahwa dirinya didiagnosis menderita tiroiditis pada bulan Desember 2021 lalu.

Diagnosis tersebut ada setelah Rebecca mengalami gejala kelelahan, sensitivitas suhu, serta penambahan berat badan selama berbulan-bulan.

Awalnya Rebecca merasa bila gejala-gejala yang dirasakan hanya kelelahan lantaran banyak pasien COVID-19. Tapi, gejalanya memburuk sehingga dia memutuskan konsultasi ke dokter.

Selain itu, Rebecca juga melakukan tindakan ultrasonografi. Dia divonis mengalami tiroiditis, yakni saat kelenjar tiroid meradang dan menyebabkan gejala yang dideritanya.

Kemudian, dua bulan setelah diagnosis, Rebecca melihat Apple Health, aplikasi kesehatan yang punya banyak informasi. Termasuk catatan perubahan dramatis dalam kesehatannya, serta mendorongnya untuk mencari bantuan medis.

Baca Juga:

Apple Watch Selamatkan Seseorang dari Serangan Jantung

Rebecca menyarankan pada pengguna Apple Watch, untuk mengaktifkan seluruh notifikasi (Foto: Pixabay/toshioki)

"Saya melihat ada peringatan di bagian atas aplikasi yang tidak pernah muncul sebagai notifikasi. Karena saya tidak mengaktifkan notifikasi. Saya memeriksanya dan saat itulah saya bisa melihat tren bahwa Vo2 max saya sudah turun, secara harfiah dalam hitungan hari," jelas Rebecca.

Vo2 max menunjukan indikasi seberapa baik tubuh manusia menyerap oksigen selama berolahraga. Karena itu dengan penurunan tersebut, berarti Rebecca tiba-tiba tak dapat menghirup oksigen sebaik sebelumnya.

Lewat akun TikToknya, Rebecca membagikan temuannya tersebut. Dia ingin memberitahu pada seluruh pengguna Apple Watch untuk mengaktifkan seluruh notifikasi yang ada pada jam tangan pintar tersebut.

Pada TikToknya, Rebecca menjelaskan, dibanding dia menunggu gejalanya menjadi sangat buruk. Sebenarnya dia bisa pergi ke dokter pada bulan Oktober, ketika ada penurunan kesehatan dramatis dalam hitungan hari. (Ryn)

Baca Juga:

Layar iPhone 11 yang tidak Responsif, Apple akan Ganti secara Gratis

#Teknologi #Kesehatan #Apple Watch
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Masyarakat perlu memahami gejala Flu Singapura agar dapat melakukan penanganan lebih dini apabila menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Tekno
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
OPPO Reno 16 series siap meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026. Kini, pre-order HP tersebut sudah dibuka sejak 18 Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Lifestyle
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Ramalan shio besok 19 Juni 2026: prediksi asmara, karier, keuangan, hingga 5 shio paling beruntung dengan peluang rezeki dan keberuntungan besar.
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Bagikan