Teknologi

Alibaba 'Hijau' di Festival Belanja 618

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 23 Juni 2021
Alibaba 'Hijau' di Festival Belanja 618

Alibaba memiliki inovasi ramah lingkungan di festival belanja. (Foto: Unsplash/Campaign Creators)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ALIBABA mengeluarkan inovasi hijau atau ramah lingkungan terbarunya untuk acara penjualan di pertengahan tahun atau biasa dikenal dengan nama "Festival Belanja 618". Acara penjualan berskala besar pada platform ritelnya, yang meliputi Taobao dan Tmall, ini berlangsung selama 18 hari dimulai dari tanggal 1 Juni.

Untuk pertama kalinya, emisi karbon per pesanan berhasil diturunkan sebesar 18 persen selama Festival Belanja 618 jika dibandingkan tahun lalu. Hal ini merupakan upaya perusahaan dalam mendukung proses keberlanjutan melalui adopsi teknologi 'hijau' (ramah lingkungan).

Baca juga:

Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation Terbitkan Pedoman Penanganan COVID-19

Pencapaian ini dapat terlaksana berkat algoritma Alibaba yang telah disempurnakan, dan telah digunakan untuk mendukung platform ritel populer Alibaba melalui fitur Artificial Intelligence (AI). Peningkatan algoritma yang ditenagai oleh teknologi pembelajaran mesin inovatif milik Alibaba ini telah menghasilkan pengurangan sumber daya komputasi yang luar biasa sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang optimal.

Alibaba memiliki fitur AI. (Foto: Unsplash/Andrea De Santis)

Peningkatan penggunaan energi bersih seperti tenaga angin dan tenaga surya (fotovoltaik) pada data center, serta penggunaan logistik yang ramah lingkungan, pengemasan cerdas dan pembangkit atap listrik bertenaga surya, juga berkontribusi pada pengurangan konsumsi energi.

"Kami telah mengerjakan infrastruktur back-end dan aplikasi front-end, dengan misi membuat Festival Belanja 618 menjadi sebuah acara yang rendah karbon dan mencapai netralitas karbon untuk bisnis Alibaba dalam waktu dekat,” urai Li CHENG, Chief Technology Officer, Alibaba Group dalam berita pers yang diterima merahputih.com.

Baca juga:

Sensor Membaca Senyum untuk Bisa Masuk ke Kantor

Pusat data Alibaba Cloud yang berlokasi di Zhangbei County di Tiongkok bagian Barat Laut, memainkan peran utama dalam mendukung bisnis e-commerce Alibaba. Pusat data ini telah mencatat pengurangan lebih dari 8 ribu ton karbon dioksida selama Festival Belanja 618 berkat peningkatan penggunaan tenaga angin.

Hingga Mei tahun ini, total listrik yang dihasilkan dari energi angin yang dibeli melalui program Alibaba mencapai 450 juta kilowatt-hour (kWh). Inisiasi ini menghasilkan pengurangan hampir 400 ribu ton karbondioksida.

Alibaba mengirimkan makanan tanpa peralatan makan plastik. (Foto: Unsplash/Anthony Espinosa)

Pusat data Alibaba Cloud lainnya yang terletak di Mongolia Dalam, juga meningkatkan penggunaan tenaga angin dan tenaga surya menjadi 45 persen dari total gabungan energi pada Mei tahun ini, melonjak 38 persen dari tahun lalu.

Ele.me, platform layanan lokal Alibaba, mengirimkan 20 juta pesanan makanan untuk dibawa pulang tanpa peralatan makan plastik selama Festival Belanja 618. Hasilnya, total energi yang dihemat dengan tidak memasok peralatan makan mendekati 400 ton emisi karbon, setara dengan menanam 22 ribu pohon Haloxylon. (ikh)

Baca juga:

Google Meet Perkenalkan Efek Animasi Baru

#Alibaba #Teknologi #E Commerce #Ramah Lingkungan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Tekno
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
OPPO Reno 16 series siap meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026. Kini, pre-order HP tersebut sudah dibuka sejak 18 Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Berita Foto
Transformasi UOB Plaza Dorong Efisiensi Energi dan Target Net-Zero Emission 2060
Transformasi UOB Plaza berkolaborasi dengan UOB Property ini akan menghadirkan peningkatan yang berfokus pada aspek berkelanjutan.
Didik Setiawan - Rabu, 17 Juni 2026
Transformasi UOB Plaza Dorong Efisiensi Energi dan Target Net-Zero Emission 2060
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Bagikan