Dalam wawancara saya dengan Suu Kyi pada era 1990-an, dia berulang kali menekankan pentingnya non-kekerasan.

Dari saya yang pernah bertugas di Afrika Selatan, dia selalu ingin tahu bagaimana Partai Kongres Nasional Afrika (ANC) sanggup bertransisi menjadi kekuatan dominan di negara tersebut.

Frasa 'bebas dari rasa takut' diulang-ulang dan menjadi judul buku terlaris.

Kalimat semacam itu menarik didengar oleh wartawan dari negara-negara Barat, termasuk saya. Saat itu, banyak wartawan di Myanmar adalah jurnalis veteran yang pernah bertugas meliput di tempat-tempat terjadinya serangkaian tragedi, seperti Rwanda dan Balkan.

Setelah menyaksikan genosida dan pembersihan etnik, kami terinspirasi oleh kata-kata yang keluar dari mulut Aung San Suu Kyi.

Lanjut Baca lagi