Yuk, Isi Akhir Pekan ini dengan Bermain Puzzle

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 14 Oktober 2017
Yuk, Isi Akhir Pekan ini dengan Bermain Puzzle

ilustrasi. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERMAIN puzzle merupakan cara mudah dan menyenangkan untuk melatih fungsi otak. Permainan ini dapat dimainkan semua umur, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Puzzle sangat menantang dan memberikan banyak manfaat. Namun, manfaat bermain puzzle bergantung pada berbagai faktor, seperti kapasitas ketahanan psikologis, tingkat komitmen untuk menuntaskan puzzle, dan pilihan puzzle.

Yuk, mulai main puzzle dan petik berbagai manfaatnya berikut ini.


1. Memperkuat ingatan jangka pendek

Bermain puzzle dapat meningkatkan proses berpikir Anda. Bermain puzzle bermanfaat untuk semua usia. Anak muda memiliki pikiran dan ingatan yang sangat mudah ditempa, sementara orang dewasa dan lanjut usia (lansia) lebih rentan terhadap daya ingat yang melemah.

Bermain puzzle sangat berguna untuk ingatan jangka pendek Anda, karena bermain puzzle memerlukan ingatan bentuk dan warna, ditambah imajinasi gambaran yang lebih besar, dalam menentukan potongan yang cocok.


2. Menunda terjadinya demensia (pikun)

Permainan puzzle mampu melatih saraf otak untuk bekerja dengan baik, meskipun sudah berusia dewasa atau lansia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang merangsang otak dapat menunda timbulnya demensia atau pikun pada lansia.

Laporan Bronx Anging Study, yang mencakup data dari 488 orang yang berusia antara 75 dan 85 tahun, menyebutkan hasil demikian. Pada awal penelitian, para peserta belum menunjukkan tanda-tanda demensia. Peserta lantas melaporkan seberapa sering mereka melakukan aktivitas yang merangsang fungsi otak, salah satunya bermain puzzle. Semakin sering bermain puzzle, semakin lama juga terjadinya penurunan ingatan dalam otak.


3. Melatih kemampuan memecahkan masalah

Bermain puzzle untuk orang dewasa akan menantang Anda menemukan cara memecahkan puzzle tersebut dan seberapa cepat penyelesaiannya. Setiap strategi yang Anda gunakan untuk memecahkan puzzle akan melatih pikiran Anda untuk bekerja secara efisien dengan cara yang baru dan berbeda. Bermain puzzle juga dapat membantu otak Anda untuk berpikir lebih keras dalam memecahkan suatu masalah.


4. Meningkatkan keterampilan spasial otak

Ketika Anda atau anak mencocokkan satu warna dengan warna yang lainnya, itu melatih kemampuan spasial yang menuntut aktivitas fisik dan mental. Anda juga akan membentuk sebuah gambaran dan tata ruang di dalam pikiran ketika bermain puzzle. Saat itulah, kemampuan otak akan berkembang dan mampu membuat gambaran di dalam pikiran, sekaligus menghasilkan fungsi otak yang imajinatif dan kreatif.

Selain meningkatkan kemampuan spasial, puzzle memberi manfaat lain, yaitu memperluas kosakata spasial seperti 'lekukan', 'sudut', 'atas', 'bawah', 'panjang', dan 'pendek'.


5. Meningkatkan konsentrasi

Pada anak dengan gangguan ADHD, bermain dengan potongan puzzle dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kemampuan motorik mereka. Pilih gambar puzzle yang menarik, misalnya tokoh kartun favorit, supaya tidak cepat bosan.

Namun, jangan lupa berikan jeda istirahat di tiap permainan karena aktivitas yang menuntut konsentrasi dalam jangka panjang bisa terasa melelahkan untuk anak dengan ADHD.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan