Yuk! Hidup Sehat dengan Pedoman Gizi Seimbang

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 26 September 2017
Yuk! Hidup Sehat dengan Pedoman Gizi Seimbang

Jaga kesehatan dengan Pedoman Gizi Seimbang. (foto: pinterest)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ISTILAH makanan 4 Sehat 5 Sempurna sudah pasti tidak asing lagi di telinga orang Indonesia. Menu makan yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan ditambah susu tersebut mulai dikenalkan pemerintah pada 1952.

Namun, slogan itu dianggap sudah tidak memenuhi perkembangan dan pemenuhan gizi manusia masa kini. Oleh karena itu, pemerintah mengganti prinsip makanan 4 Sehat 5 Sempurna dengan Pedoman Gizi Seimbang.

Pedoman Gizi Seimbang mengacu pada Nutrition Guide for Balanced Diet, yaitu hasil kesepakatan konferensi pangan sedunia pada 1992. Dalam Pedoman Gizi Seimbang pengganti makanan 4 Sehat 5 Sempurna, ada 4 poin yang harus dijalani agar kebutuhan gizi kita terpenuhi, yaitu:


Mengonsumsi makanan beragam

Dalam makanan tertentu terdapat sumber gizi yang tidak ada di makanan lain. Sebagai contoh, ikan mengandung banyak protein, tapi sedikit kalori, sedangkan buah dan sayur kaya akan serat, vitamin, dan mineral, tapi sedikit protein dan kalori.
Khusus untuk bayi baru lahir hingga 6 bulan, dianjurkan untuk hanya minum air susu ibu (ASI).


Membiasakan perilaku hidup bersih

Terbiasa hidup bersih dapat menghindarkan kita dari infeksi, bakteri, dan kuman penyebab penyakit. Contoh perilaku hidup bersih, yaitu selalu menggunakan alas kaki ketika keluar rumah, menutup mulut dan hidung ketika bersin, menutup makanan agar tidak dihinggapi lalat, dan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun tiap kali hendak makan atau setelah buang air besar maupun buang air kecil.


Melakukan aktivitas fisik

Rajin bergerak dan olahraga rutin dapat membantu mengendalikan berat badan, mencegah atau mengurangi risiko penyakit dan kondisi fisik tertentu, meningkatkan mood agar tidak stres, meningkatkan energi, membuat tidur menjadi nyenyak, menjaga dan membangun otot dan tulang, melindungi sel hingga menunda penuaan kulit, menjaga memori dan kesehatan otak, mengurangi nyeri, serta meningkatkan kehidupan seksual.


Mempertahankan dan memantau berat badan

Pantau terus berat badan kita agar sesuai dengan indeks massa tubuh (IMT). IMT merupakan pengukuran lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan. Nilai IMT tinggi menandakan adanya obesitas. Jika nilainya rendah, bisa berarti terdapat kekurangan asupan kalori dan protein.

Dalam Pedoman Gizi Seimbang juga terdapat panduan konsumsi sehari-hari yang disebut Tumpeng Gizi Seimbang. Isinya yaitu anjuran sebagai berikut:

  • Membatasi asupan gula (4 sendok makan), garam (1 sendok teh), dan minyak (5 sendok makan).
  • Mengonsumsi sumber protein seperti ikan, daging, ayam, telur, makanan laut, kacang-kacangan sebanyak 2-4 porsi.
  • Minum air putih 8 gelas.
  • Makan sayuran 3-4 porsi.
  • Mengonsumsi buah-buahan 2-3 porsi.
  • Mengonsumsi karbohidrat 3-4 porsi.
  • Rutin berolahraga dan bergerak.
  • Memantau berat badan.
  • Menjaga kebersihan.

Yuk, mulaipraktikkan Pedoman Gizi Seimbang agar tubuh tidak kelebihan atau kekurangan gizi. Semakin beragam makanan yang dikonsumsi, semakin tinggi kebutuhan gizi yang tercukupi.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan