Yuk! Berkenalan dengan Hypersomnia

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 07 November 2017
Yuk! Berkenalan dengan Hypersomnia

Rasa kantuk tak tertahan bisa jadi gejala hypersomnia. (foto:pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APAKAH Anda sering mengantuk di siang hari? Atau Anda merasakan mata amat berat saat sedang rapat penting di kantor? Jika hal itu terjadi berulang meskipun Anda tidur cukup di malam hari, mungkin saja Anda menderita hypersomnia. Apa itu?

Hypersomnia adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang terlalu mengantuk di siang hari atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk tertidur. Mereka yang mengalami hypersomnia dapat tertidur kapan saja meskipun saat sedang melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, seperti saat sedang bekerja atau mengemudikan kendaraan.

Gangguan dalam beraktivitas tentunya merupakan dampak utama hypersomnia. Selain itu, akan terjadi penurunan fungsi kognitif yang signifikan akibat rasa mengantuk.

Hypersomnia dapat terjadi dengan sendirinya atau dikenal dengan hypersomnia primer. Dalam kondisi itu, tidak ada faktor lain yang menyebabkan rasa kantuk berlebih.

Hypersomnia primer disebabkan terganggunya fungsi sistem saraf pusat dalam mengatur waktu untuk terjaga dan terlelap.

Gejala utama hypersomnia primer ialah merasa rasa mengantuk di siang hari meskipun waktu tidur malam sudah mencukupi. Hypersomnia primer cenderung lebih langka ketimbang hypersomnia sekunder. Rasa mengantuk tanpa sebab dapat disebabkan faktor lingkungan atau keturunan.Namun, tidak tertutup kemungkinan hal tersebut disebabkan penyakit genetik langka, seperti myotonic dystrophy, Prader-Willi syndrome, dan norrie disease.

Sementara itu, hypersomnia yang disebabkan kondisi kesehatan tertentu dikenal dengan hypersomnia sekunder. Kondisi itu lebih cenderung disebabkan rasa lelah akibat kekurangan waktu tidur, mengalami gangguan tidur, terdapat riwayat penyakit kronis, serta konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu.

Jangan khawatir, rasa kantuk berlebih di siang hari dapat diatasi kok. Caranya, temukan saja penyebab hypersomnia yang Anda alami.

Hypersomnia sekunder diatasi dengan menghilangkan kondisi atau penyakit penyebab hypersomnia. Penggunaan obat yang bersifat stimulan juga digunakan untuk mengurangi rasa mengantuk dan membantu agar tetap terjaga.

Perubahan gaya hidup merupakan hal yang penting dalam proses penanggulangan, salah satunya dengan membentuk jadwal tidur yang teratur. Terapkan pola sleep hygiene dengan menghindari aktivitas yang dapat membuat kualitas tidur Anda berkurang ketika akan memasuki waktu tidur. Ciptakan kamar tidur yang nyaman dan aman untuk terlelap seperti menggunakan bantal dan jauhkan sumber distraksi.

Mereka yang mengalami hypersomnia juga dianjurkan untuk berhenti merokok dan menghentikan minum alkohol serta mengonsumsi diet seimbang untuk menjaga metabolisme dan tingkat energi. Sebagian besar kondisi hypersomnia dapat teratasi dengan perubahan gaya hidup.

Jadi jika Anda selalu merasa amat mengantuk di siang hari, ada baiknya Anda mulai mengubah pola tidur dan hidup Anda. Kurangi menggunakan gadget di malam hari bisa jadi awal yang bagus buat Anda.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan