Wisata Sejarah Kota Tua Cirebon yang Tersandung Masalah Regulasi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Februari 2019
Wisata Sejarah Kota Tua Cirebon yang Tersandung Masalah Regulasi

Stasiun Cirebon termasuk salah satu bangunan tua peninggalan Belanda (Foto: MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
BERBAGAI bangunan tua peninggalan pemerintah Hindia-Belanda di Cirebon masih berdiri kokoh, terawat dan terjaga. Namun Sayang bangunan yang memiliki nilai sejarah, saat ini dikelola oleh perusahaan swasta. Padahal, jika dimanfaatkan untuk objek wisata tentunya dapat meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat sekitar bangunan tersebut.
Pemerintah Kota Cirebon, mewacanakan akan menjadikan kawasan tempat beberapa bangunan tua tersebut berdiri menjadi wisata kota tua. Tapi wacana ini masih terkendala regulasi, seperti undang-undang cagar budaya belum dibuat.
Jika melihat potensinya, memungkinkan sekali bangunan peninggalan kolonial Belanda menjadi aset daerah. Apalagi guna menaikkan PAD, sektor tersebut sangat memungkinkan. "Apa yang tidak menarik dari bangunan tua peninggalan pemerintah Hindia-Belanda. Bangunannya memiliki ciri khas, juga ada nilai sejarah," ujar Mustaqim Asteja, seorang pengamat sejarah Cirebon, Rabu (20/2/2019).
Wisata Kota Tua di Cirebon yang Terkendala Regulasi
Bangunan Tua yang saat ini jadi Gedung Bank Indonesia tidak dibuka untuk umum (foto: MP/Mauritz)
Saat malam hari, bangunan tersebut terlihat sangat cantik. Disesalkan sekali jika pemerintah setempat tidak turun tangan, untuk mengurusnya menjadi daya tarik.
Mustaqim menuturkan, Pemkot Cirebon perlu serius jika menjadikannya sebuah ikon. Sebab menurutnya hanya sejarah yang menjadi tawaran Cirebon untuk dikenal dunia luar. "Apa yang ditawarkan Cirebon kepada dunia luar? Kan Cirebon dikenal dengan kota sejarah, juga kota yang pernah dijajah bangsa Belanda," jelas Mustaqim.
Wisata Kota Tua di Cirebon yang Terkendala Regulasi
Jika dikembangkan, Kota Tua di Cirebon memiliki potensi wisata yang besar (foto: MP/Mauritz)
Seperti Stasiun Cirebon dan Kantor De Javasche Bank (kini Bank Indonesia) Cabang Cirebon yang berada di Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon. Pembukaan kantor cabang De Javasche Bank ini berdasarkan surat keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 63 tanggal 31 Juli 1866 saat ini terlihat indah malam hari.
Keadaan tersebut sangat berpotensi menjadi daya tarik bagi orang-orang untuk mengunjungi lokasi. Saat ini Stasiun Cirebon terbuka untuk umum bahkan kita bisa berfoto di sana, sedangkan Kantor De Javasche Bank (kini Bank Indonesia) Cabang Cirebon yang bangunannya berada persis di pinggir jalan tidak dibuka untuk umum.
Kita hanya bisa melihatnya dari pinggir jalan dan jika ingin melakukan swafoto dengan latar belakang Kantor De Javasche Bank, itu hanya bisa dilakukan dari luar pagar. (Mauritz)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me
Bagikan