Wicigo Shawty Bawa Cerita Penyintas Child Abuse di Lagu 'Sudah Ku Hafal'
Wicigo Shawty bawa kisah penyintas child abuse di lagu 'Sudah Ku Hafal'. (foto: Instagram @wicigoshawty)
SETELAH merilis single dan videoklip Semua Hilang pada tiga bulan pertama tahun ini, rapper Wicigo Shawty kembali menghadirkan karya terbarunya, sebuah single manik dan dark yang diberi judul Sudah Ku Hafal.
Single itu berbeda dengan trek-trek sebelumnya, yang mengisahkan pahit-manis romansa sepasang kekasih. Pada single terbaru ini, Wicigo mengangkat tema kekerasan pada anak. Lagu ini menjadi bentuk suara tak terima atas ketidakadilan sekaligus eksplosi emosi kemarahan
Lagu ini menghadirkan ulang sebuah tema yang berani, mendalam, dan tak lekang waktu ke dalam skena musik independen di Indonesia. Dengan mengambil inspirasi dari kisah pribadi dan sekitar, lagu ini ditulis dari sudut pandang orang ketiga yang menyuarakan murka seorang penyintas kekerasan terhadap anak.
Baca juga:
Mirriam Eka Goda Penggemar Lewat Lagu 'Fana (Surga di Dunia)'
Single itu merangkum apokalips-apokalips kecil yang terjadi dalam kesehariannya yang keras dan serbatak adil. Tak hanya itu, Sudah Ku Hafal juga mengajak pendengar masuk ke lubuk hati penyintas kekerasan terhadap anak lewat liriknya yang dibuat personal.
Rasa frustrasi dan kehampaan yang menjadi makanan sehari-hari diungkap dalam lagu ini. Meski demikian, masih tersisa harapan di dalam diri atas perlakuan dan kehidupan yang lebih baik. Pendengar bisa merasakan semua rasa sakit fisik dan mental yang dialami seorang penyintas. Seiring waktu, hal itu menjelma menjadi rasa benci yang menjauhkannya dari kebahagiaan.
Trek yang diproduseri bersama dengan kolaborator lama Saesar & Fat Rorry itu menghadirkan dentuman 808 yang kasar dan elemen synth yang kuat, sebuah gambaran sonik atas situasi emosional penyintas yang terpenjara tanpa ada jalan untuk kembali bahagia.
Baca juga:
Ultra Naté dan Icona Pop Rilis 'You're Free'
Sebagai lagu ketiga Shawty, yang dirilis pada Era Empat Apokalips Peachja Records, trek ini memperkaya pemahaman penggemar dan pendengar akan imaji dan nuansa dunia apokaliptik yang dipresentasikan label hip-hop asal Jakarta tersebut bersama roster terbarunya.
Untuk melengkapi kehadiran lagu itu, Shawty juga turut merilis sebuah video visualizer. Visualisasi dan artwork trek itu mengambil inspirasi langsung dari artwork Slime Season 3, mixtape dari 2016 oleh Young Thug, yang menunjukkan seorang laki-laki dengan darah mengalir deras dari mata yang dibalut perban.
Karya spesial Shawty ini sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming musik digital. (waf)
Baca juga:
Milky Chance Rilis Album Perdana 'Sadnecessary' Versi Akustik
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
ARMY Bersiap! Jadwal BTS World Tour Jakarta 2026 dan Bocoran Harga Tiket
Lirik Lagu 'Big Girls Don’t Cry' dari ENHYPEN, Bawa Pesan Emosional soal Perempuan
Jeff Satur Rilis 'Passion Fruit', Lagu tentang Cinta Manis yang Tak Lagi Sama
ENHYPEN Wujudkan Konsep Vampir, Kumpulkan Darah Bersama Palang Merah Korea
Lirik Lagu 'Semua Aku Dirayakan' dari Nadin Amizah, Ada Makna Mendalam di Baliknya
Single 'Gut Punch' Isyaratkan Album Baru Nick Jonas di 2026
Album 'BEFORE I FORGET' Jadi Pernyataan Paling Personal The Kid LAROI
Sentuhan AI Bikin Lagu 'Mari Bercinta' Terdengar Seperti Lagu Korea, Simak Liriknya
Apink Rilis 'Love Me More' dari Mini Album 'RE:Love', Simak MV dan Lirik Lagunya
Makna Mendalam di Balik Lirik Lagu Terbaru Ifan Seventeen 'Jangan Paksa Rindu (Beda)'