Kesehatan

Waspadai Panas Dalam saat Traveling, ini Penawar Terbaiknya

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 28 September 2018
Waspadai Panas Dalam saat Traveling, ini Penawar Terbaiknya

Panas dalam bisa diatasi dengan cara-cara mudah. (foto: Pixabay/olichel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAK ada istilah medis untuk penyakit panas dalam. Istilah populer di Indonesia ini merujuk pada serangkaian gejala penyakit, yang disebabkan terutama oleh dehidrasi, kekurangan vitamin C, dan pola makan yang tidak sehat.

Kondisi panas dalam seringnya ditandai dengan bibir kering dan pecah-pecah, sariawan, sakit tenggorokan, gusi berdarah, hingga konstipasi.

Selain dalam keseharian, panas dalam paling rentan muncul ketika kamu sedang traveling. Keseruan menikmati destinasi kerap membuat kamu lalai dalam menjaga kesehatan tubuh. Namun jangan takut, panas dalam bisa kok kamu atasi dengan beberapa trik mudah. Berikut penawar panas dalam saat traveling, seperti dilansir Go-Dok.


1. Banyak minum air putih

botol minum
Minumlah 6-8 gelas air. (foto: pixabay/congerdesign)

Panas dalam terjadi karena kamu kekurangan cairan, bahkan kurang meminum air putih. Untuk itu, kamu harus mengubah gaya hidup. Minumlah air putih setidaknya 6–8 gelas dalam sehari guna mengembalikan keseimbangan kadar cairan di dalam tubuh.

2. Vitamin C

jus jeruk
Asuplah vitamin c untuk mengatasi gejala sariawan. (foto: pixabay/jeshootscom)

Kekurangan vitamin C menjadi penyebab kedua terjadinya panas dalam, terutama dalam gejala sariawan, bibir kering dan pecah-pecah, serta sakit tenggorok. Untuk itu, kamu harus berangsur-angsur mengembalikan asupan vitamin C bagi tubuh.

Kamu bisa menambah asupan vitamin c dengan lebih banyak mengonsumsi buah, seperti jeruk, lemon, dan melon atau mengasup suplemen vitamin C berbentuk tablet hisap dan atau sirup cair yang banyak dijual di pasaran.

3. Sayur hijau dan buah

sayur
Makanlah lebih banyak sayur dan buah-buahan. (foto: pixabay/sponchia)

Selain kekurangan vitamin, panas dalam juga dapat terjadi karena tubuh kekurangan serat dan asupan vitamin lainnya. Hal itulah yang menimbulkan gejala konstipasi dan masalah pencernaan lainnya.

Karena itu, obat panas dalam yang bisa kamu coba ialah mengubah pola makan dan lebih banyak mengonsumsi sayuran hijau serta buah-buahan. Kamu bisa mendapat asupan serat serta vitamin lainnya dari kedua hal tersebut.

4. Air hangat hangat kuku

water, air
Air hangat-hangat kuku akan menenangkan pencernaan. (foto: pixabay/95839)

Minum air saja enggak cukup. Cobalah minum air hangat-hangat kuku. Pasalnya, panas dalam juga bisa terjadi karena memanasnya sistem pencernaan kamu akibat mengonsumsi banyak makanan berkadar minyak tinggi, sehingga menimbulkan beberapa gangguan.

Meminum air hangat-hangat kuku bisa menenangkan pencernaan serta meredakan gejala panas dalam yang terkait gangguan pencernaan. Selain itu, hal itu juga bisa menyembuhkan gejala sakit tenggorok yang timbul.

5. Suplemen mengandung serat

toilet paper
Saat susah BAB, konsumsi suplemen serat. (foto: pixabay/kropekk_pl)

Sekarang banyak produk herbal kemasan yang berisikan kandungan kaya serat dalam bentuk bubuk maupun tablet. Kamu bisa mengonsumsi salah satu produk itu secara rutin saat mengalami panas dalam.

Produk itu bisa membantu kamu dalam mengatasi gejala konstipasi, buang air besar berdarah, serta masalah pencernaan lainnya terkait dengan panas dalam. Namun ingat, mengonsumsi laksatif pun harus dibarengi dengan perubahan pola makan menjadi lebih baik untuk hasil yang maksimal.

6. Obat pencahar

Saat panas dalam, BAB akan terasa keras, tidak lancar, bahkan berdarah. Jika memang kondisi kamu benar-benar parah, dokter bisa meresepkan obat pencahar guna melancarkan kembali BAB.

Namun ingat, penggunaan obat pencahar pun harus dibarengi dengan peningkatan konsumsi air putih, konsumsi vitamin C, dan konsumsi makanan kaya serat untuk menyembuhkan gejala panas dalam secara keseluruhan.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan