Waspadai Masalah Kulit saat Pubertas

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 17 Agustus 2018
Waspadai Masalah Kulit saat Pubertas

Remaja di masa pubertas punya masalah kulit yang khas. (foto: pixabay/digaita)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERMASALAHAN kulit paling banyak terjadi pada remaja. Sekitar 80% orang yang berusia 13 hingga 18 tahun mengalami masalah pada kulit mereka. Gangguan tersebut terjadi karena adanya perubahan kulit fisiologis pada remaja. Perubahan tersebut meliputi maturasi folikel rambut, kelenjar minyak, dan kelenjar keringat. "Hormon estrogen, androgen dan progesteron yang muncul saat pubertas meningkatkan produksi sebum (minyak) dan produksi keringat," jelas dokter dermatologis spesialis remaja, dr Martinus, SpKK saat ditemui Kamis (16/8).

Beberapa masalah kulit yang terjadi pada remaja, misalnya jerawat, scar acne (jaringan parut), hiperpegmantasi pascainflamasi jerawat, dan bau badan. Jerawat pada remaja biasanya akan meninggalkan bekas dan menjadi masalah kulit lainnya, seperti jaringan parut atau hiperpigmentasi pascajerawat. Berikut penjelasan singkat mengenai permasalahan yang umum terjadi pada remaja.

1. Jerawat

jerawat
Remaja rentan terkena jeawat. (foto: pixabay)

Permasalahan pertama yang paling sering dialami remaja ialah jerawatan. Jerawat timbul karena adanya gangguan pada kelenjar pilosebaseus. Kelenjar tersebut akan menyumbat pori-pori dan menyebabkan terjadinya peradangan folikel. Jika tak segera mendapat penanganan, jerawat akan menimbulkan jaringan parut atau hiperpegmentasi.

Kedua masalah kulit tersebut memang tak memiliki efek besar namun dapat mengganggu penampilan dan kepercayaan diri. Supaya wajah kita terhindar dari jerawat ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti menjaga kebersihan kulit, pola makan, hormonal dan psikologis. Waspadai juga infeksi kulit yang mungkin terjadi. "Pada remaja, jerawat terjadi di awal pubertas. Di anak perempuan biasanya saat usia 14 hingga 17 tahun, sedangkan anak laki-laki di rentang usia 16 higga 19 tahun," papar Martinus.


2. Kulit berminyak

Kelenjar minyak pada masa pubertas mulai aktif, termasuk kelenjar minyak di kulit wajah dan kulit kepala. "Produksi minyak berlebihan dipicu oleh beberapa faktor seperti faktor genetik, hormonal, cuaca panas, atau lembap," ucap Martinus. Dampak dari kulit berminyak yakni wajah tampak mengilap, lengket, berpori-pori lebar, dan kasar. Jika kulit berminyak tak ditangani dengan tepat, minyak akan menyumbat pori-pori dan bisa membuat wajah berjerawat.

3. Keringat Berlebihan

Keringat berlebih membuat remaja punya bau badan menyengat. (foto: momjunction)

Menjelang masa pubertas, produksi kelenjar keringat meningkat. Produksi keringat biasanya terjadi di wilayah ketiak, kaki, bahkan kelamin. Keringat berlebihan membuat remaja merasa tak nyaman. Pada beberapa remaja, keringat berlebihan menimbulkan bau badan mengganggu. "Bau badan menyengat merupakan tantangan besar di masa pubertas karena bisa membuat remaja minder dan mengasingkan diri dari kelompok," ujar Martinus.

Setiap masalah kulit saat pubertas tersebut memiliki penanganan berbeda. Remaja yang memiliki jerawat bisa ditangani dengan ekstraksi komedo, chemical peeling, mikrodermabrasi (athena), atau laser NdYAG. Sementara itu, bekas jerawat mulai timbul maka bisa diatasi dengan laser karbondioksida atau chemical peeling. Bagi yang memiliki masalah bau badan, penanganan dilakukan dengan injeksi botulinum toxin.(Avi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More
Bagikan