INDUSTRI K-pop semakin ramai dengan banyaknya grup baru yang debut. Salah satu girl group yang baru debut ialah NewJeans di bawah naungan ADOR, anak perusahaan HYBE Labels. Sayangnya, kehadiran girl group ini langsung menuai banyak protes dari warganet Korea Selatan. Bukan karena kesalahan dari member, melainkan karena keputusan Chief Brand Officer ADOR Min Hee-jin.
NewJeans belum lama merilis MV terbaru mereka pada 1 Agustus yang bertajuk Cookie. Dalam lirik lagu tersebut, ada bagian yang dianggap kontroversial dan terlalu bersifat seksual. Hal itu menjadi perhatain utama warga Korea Selatan, mengingat seluruh member NewJeans masih di bawah umur menurut standar Korea Selatan, yaitu 14 sampai 18 tahun. Konsen itu tertuju kepada Hee-jin yang dianggap membiarkan dan mengizinkan NewJeans membawakan lagu berkonotasi dewasa.
BACA JUGA:
Terkait dengan kontroversi itu, orang-orang mulai membahas standar usia debut untuk seorang idola K-Pop. Seperti dikabarkan South China Morning Post, ada banyak idola di bawah usia legal yang sudah debut. Hal itu memaksa mereka untuk bekerja sampai lebih dari pukul 22.00 dan masih syuting untuk acara mereka meskipun sudah larut malam. Dua contoh idola K-pop yang debut di usia muda ialah Jang Wonyoung dari IVE (sebelumnya Iz*One). Ia memulai kariernya ketika umur 14 tahun dan Hong Eunchae dari Le Sserafim yang debut pada usia 15 tahun.
Warganet menilai mendebutkan seseorang yang belum legal secara hukum dapat dipandang sebagai mempekerjakan anak di bawah umur. Terlebih, seorang idola K-pop memiliki kontrak yang mengikat dengan agensi mereka dan waktu maksimal perjanjiannya yakni tujuh tahun. Selama proses tersebut, dikhawatirkan, pihak agensi memiliki kekuasaan penuh untuk mengontrol atau membahayakan artis di bawah naungan mereka.
BACA JUGA:
Terungkap! Ini Bocoran Girl Group Baru Besutan YG Entertainment
Industri hiburan Korea Selatan terus berkembang. Namun, tidak banyak yang memperhatikan tentang hak asasi dari para pekerjanya, terutama mereka yang di bawah umur. Untuk itu, warganet Korsel berpendapat agar industri K-pop dan pemerintah Korea Selatan harus mulai membuat aturan baru guna melindungi anak-anak dan remaja yang bekerja sebagai bintang K-pop. (mcl)
BACA JUGA:
Kim Garam Ex-Le Sserafim Buka Suara Terkait Kasus Perundungannya