Walikota Madiun Kecewa atas Kinerja BPBD

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 26 Desember 2014
Walikota Madiun Kecewa atas Kinerja BPBD

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Walikota Madiun Bambang Irianto mengaku kecewa terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun dalam pembangunan proyek Embung Pilangbango. Ini dikarenakan proyek yang bersumber dari dana hibah Provinsi Jawa Timur sekitar Rp 19,33 milyar, sampai mendekati tutup tahun 2014 belum selesai dikerjakan.

Di sisi lain, kekecewaan itu juga disebabkan munculnya permasalahan selama pengerjaan proyek embung, mulai ambrolnya bibir plengsengan dan bergesernya dinding beton, hingga berdampak pemberhentian sementara pembangunan dua bagian tersebut karena menunggu hasil uji laboratorium tim ahli Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Ia mengatakan, berbagai masalah yang menimpa proyek Embung Pilangbango lebih disebabkan faktor perencanaan, sehingga pengguna anggaran menjadi catatan walikota.   

“Ya, menjadi catatan toh sekarang. Saya saja sampai nggak tahu bagaimana caranya mengatasi,” ungkapnya seperti yang dikutip dari RRI.co.id, Jum’at (26/12). 

Terkait SKPD yang tidak dapat memenuhi target pengerjaan akan dimutasi, Walikota Bambang Irianto justru tidak berbicara banyak, dan berdalih awal tahun 2015 mendatang tidak ada wacana mutasi. Menurut Bambang, mutasi pejabat tidak mudah, sehingga ke depan, pihaknya akan menerapkan sistem lelang jabatan.  

“Kalau kinerja SKPD yang lemot, nggak saya omongkan, jadi dalam pembinaan saya. Kalau saya ngomong, itu sama saja saya membuka aib saya sendiri. Yang pasti, ada lah. Kalau mau mutasi orang itu kan nggak mudah, kita harus melakukan evaluasi dulu. Pun saya punya Tim Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan (Baperjakat), ketuanya Pak Sekda. Jadi, mutasi itu nggak gampang, akan kita lakukan lelang jabatan nanti,” katanya.   

Diberitakan sebelumnya, proyek Embung Pilangbango yang dibangun di atas lahan seluas 2,20 hektare itu dikerjakan oleh PT Cahaya Indah Madya Pratama dan PT Jatisono Multi Konstruksi, dengan konsultan perencana dari PT Peta Konas Blitar. 

Paket pekerjaan 12 item, meliputi tahap persiapan, senilai Rp 12 juta, pengerukan tanah Rp 7,7 miliar, pintu pengambilan (intake) Rp 98 juta, 6 unit sumur resapan Rp 982 juta, dinding penahan Rp 7 miliar, paving stone Rp 293 juta, 7 unit gazebo Rp 228 juta, kamar mandi dan WC umum Rp 106 juta, pagar BRC Rp 174 juta, pagar kawat berduri Rp 121 juta, gebalan rumput Rp 54 juta, dan lampu penerangan Rp 209 juta. (AKU)

 

 

#Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan