Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Waduh, Dewi Persik Berbohong Kepada Polisi?

Thomas KukuhThomas Kukuh - Kamis, 30 November 2017
Waduh, Dewi Persik Berbohong Kepada Polisi?

Dewi Persik (Foto: Instagram/dewiperssikreal)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra menilai ada ketidakcocokan alasan penyanyi dangdut Dewi Persik masuk kedalam jalur bus TransJakarta dengan keterangan petugas lalu lintas dan petugas penjaga jalur bus TransJakarta.

Saat itu, Dewi Persik mengaku bersama sang suami tengah membawa asistennya yang asma ke rumah sakit Fatmawati. Jadi, mobil tersebut berisi tiga orang.

"Tapi, keterangan koordinator TransJakarta (yang bertugas mengatur jalur Busway), dia hanya melihat dua orang yang ada di mobil itu," kata Halim di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/11). Selain itu, Halim juga membantah ada anggotanya berpangkat Aiptu yang disebut-sebut Dewi Perssik sedang bertugas mengawalnya masuk ke jalur busway.

Adanya petugas kepolisian saat kejadian adalah petugas yang juga tengah mengatur lalin dan perlintasan Busway. Halim sendiri mempersilahkan jika Dewi Persik ingin melaporkan perbuatan tidak menyenangkan ke pihak Kepolisian.

"Boleh. Silahkan Saya akan terima dengan lapang dada," kata Halim. "Kalau dia keberatan (dilarang masuk Jalur Transjakarta) silakan laporan ke kantor polisi nanti diproses oleh reserse," imbuhnya. (ayp)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me
Bagikan