Orbituarium

Vokalis Band Prodigy, Keith Flint, Meninggal Dunia

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 05 Maret 2019
Vokalis Band Prodigy, Keith Flint, Meninggal Dunia

Keith Flint ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Essex, Inggris. (foto: Instagram @saiellijohnson)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KANCAH musik dunia kembali kehilangan salah satu bakat terbaik dengan cara yang mengejutkan. Vokalis band elektrik asal Inggris itu ditemukan meninggal di kediamannya di Essex, Inggris, Senin (4/3) pagi. Di usia 49 tahu, Flint mengakhiri hidupnya sendiri. Demikian dilansir The Guardian.

1. Kabar Kematian Dikonfirmasi The Prodigy lewat Media Sosial


Kepergian sang vokalis dikonfirmasi band lewat sebuah kicauan di akun Twitter mereka, @the_prodigy. "Dengan kesedihan dan rasa terguncang yang mendalam, kami mengonfirmasi kematian saudara kami dan kawan terbaik, Keith Flint," ujar mereka dalam cicitan itu.

Mereka juga menyebut Flint sebagai seorang pionir sejati, inovator dan legenda. Selain itu, grup band yang dibentuk pada 1990 itu meminta publik untuk menghormati privasi keluarga dalam masa sulit ini.

Sementara itu, pihak kepolisian Essex, dalam sebuah pernyataan yang dikutip BBC, mengatakan pihak polisi menerima penelepon yang mengkhawatirkan keadaan sseorang pria di Brook Hill, North End, skitar pukul 08.10, Senin (4/3). "Kami datang ke lokasi. Namun sayang, pria berusia 49 tahun itu dinyatakan meninggal dunia," ujar mereka.

Dalam keterangan itu disebutkan pula bahwa tak ada hal yang mencurigakan dalam kematian Flint. Untuk sementara, pihak polisi akan membuat laporan koroner atas kejadian itu.


2. Gangguan Depresi dan Masalah Obat-Obatan

keith flint
Flint pernah berjuang melawan depresi dan ketergantungan obat di 2004. (foto: Instagram @glazy_uk)


Terlahir dengan nama Keith Charles Flint, vokalis dengan tampilan rambut spike ala punk dan aksi panggung yang enerjik ini punya masa kecil yang suram. Flint yang lahir pada 17 September 1969 haru melalui perpisahan kedua orangtua di usia yang amat belia.

Selain itu, ia jugua punya gangguan disleksia. Karena dianggap sebagai gangguan di kelas, Flint dikeluarkan dari sekolah di usia 15 tahun. Ia dan Liam Howlett bertemu di 1989. Setahu kemudian, keduanya resmi membentukk band The Prodigy.

Kesuksesan bersama The Prodigy ternyata enggak berimbas baik ke kehidupan pribadi Flint. Di 2004, Flint enggak tampil mengisi vokal untuk The Prodigy. Alasannya, di saat itu, ia tengah berjuang melawan depresi dan ketergantungan obat. "Aku menjejerkan berbagai pil lalu memakannya. Aku bahkan tak ingat berapa banyak yang aku konsumsi sampai pingsan," ujarnya kepada Times di 2009.

Titik terang datang ketika ia bertemu DJ asal Jepang, Mayumi Kai. Flint berusaha melepaskan diri dari obat-obatan, alkohol, dan rokok. Di 2006, Kai dan Flint menikah.

Tiga tahu setelah itu, di 2009, Flint kembali ke The Prodigy dan merilis album Invaders Must Die. Album itu sukses besar.

Sebelum kematiannya, Flint dan The Prodigy baru saja merampungkan tur Australia dan akan menjalani tur AS.

3. Kawan dan Sesama Musisi Ungkapkan Belasungkawa

keith flint
Berbagai ungkapan duka mewarnai media sosial. (foto: instagram @theprodigysarcasm)


Setelah kabar kematian Flint tersebar, sejumlah musisi dan kawannya menyampaikan rasa duka. Personel Chemical Brothers, Ed Simons mengenang Flint sebagai pria hebat yang selalu menyenangkan untuk diajak berkumpul.

Mantan kekasih Flint, Gail Porter, yang juga bintang TV, mengungkapkan kesedihannya dalam satu kata, "Bersedih."

Penyanyi James Blunt mengenang Flint sebagai sosok yang baik hati, bahkan saat musisi lain enggak ramah. Blunt mencicitkan pertemuannya dengan Flint di sebuah acara penghargaan. Saat itu, sejumlah artis menolak ajakannya untuk berfoto. "Keith Flint malah mendatangiku, memelukku, lalu mengatakan betapa ia amat senang atas kesuksesanku," kenang Blunt.

Kini, suara Flint abadi dalam lagu-lagu hit The Prodigy, seperti Breathe dan Firestarter.

Selamat jalan, Keith Flint.(dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan