Video Musik 'Lifetimes' Katy Perry Diselidiki Aparat, Syuting di Lokasi Ilegal
Video musik 'Lifetimes' Katy Perry diselidiki aparat. Foto: Instagram/katyperry
MerahPutih.com - Video musik 'Lifetimes' milik Katy Perry kini menimbulkan kontroversi di Spanyol. Pemerintah Kepulauan Balearic menyebutkan, penyelidikan sedang dilakukan. Hal itu dilakukan setelah mereka menemukan, bahwa video tersebut direkam tanpa izin, kemudian berada di kawasan yang dilindungi.
Mengutip The Sun, Badan Lingkungan Hidup mengklarifikasi, bahwa "perusahaan produksi tidak pernah mengambil izin untuk merekam video tersebut di Taman Nasional Ses Salines."
Bagian dari video musik Lifetimes dilaporkan direkam di bukit pasir yang berada di pulau kecil S'Espalmador. Pulau itu terletak di dalam cagar alam warisan dunia UNESCO, yang membentang di pulau Ibiza dan Formentera.
Kementerian Pertanian, Perikanan, dan Lingkungan Alam setempat mengatakan, penyelidikan awal atas kemungkinan kerusakan lingkungan telah dilakukan terhadap perusahaan produksi WeOwnTheCity.
Baca juga:
Katy Perry Umumkan Tanggal Rilis untuk Single Baru 'Lifetimes'
View this post on Instagram
Mereka juga menambahkan, bahwa pembuatan video di dalam taman bukanlah sebuah "kejahatan terhadap lingkungan". Lalu, bisa saja diizinkan dengan "izin yang jelas", menurut siaran persnya.
Pada video musik Lifetimes yang disutradarai Stillz itu, Katy terlihat melompat dari tebing, menari di pantai, dan berpesta di tempat hiburan malam populer di pulau-pulau tersebut.
Video tersebut juga menyertakan serangkaian kartu pos dari lokasi syutingnya, termasuk Ibiza dan Formentera, yakni di mana tempat taman nasional tersebut berada.
Lifetimes merupakan single kedua dari album keenam Katy Perry yang akan segera rilis, yaitu 143. Sebelumnya, Katy Perry sudah merilis single pertama dari album terbarunya pada Juli lalu, yaitu Woman's World.
Baca juga:
Namun, banyak penggemar yang memberikan komentar negatif terhadap pelantun Fireworks itu. Para penggemar mengkritik lirik lagu tersebut dan menyebutnya "kuno".
"Aku mendukung Katy, tapi liriknya sudah kuno sehingga menjadi bahan kampanye presiden Hillary Clinton tahun 2016. Ini sudah berakhir," tulis penggemar lain di X.
The Sun juga melaporkan, jika Katy bertekad untuk memulai tur dunia, meski mendapatkan tanggapan negatif terhadap lagu Woman's World miliknya. Single itu juga masuk daftar US Billboard Hot 100 di urutan ke-63 saat dirilis.
“Tentu saja melihat Woman’s World gagal seperti itu terasa seperti sebuah pukulan besar, tetapi orang-orang tidak boleh meremehkan Katy,” kata sumber yang tak disebutkan namanya.
"Dia adalah seorang pejuang dan sering kali mengalahkan rintangan dalam kariernya untuk menjadi bintang besar," tambahnya. (sof)
Bagikan
Soffi Amira
Berita Terkait
'Macam Gila Tour 2026', Langkah Arc Yellow dan Timur Dalam Tembus Asia Tenggara
Canti Rilis Single 'Anggap Aku Ada', Lagu R&B tentang Jarak Emosional dalam Hubungan
Kim Min Seok Perkuat Romansa K-Drama 'Can This Love Be Translated?' lewat Lagu 'Love Language'
'Aku yang Engkau Cari', Lagu Maudy Ayunda yang Lahir dari Dunia 'Para Perasuk'
Asal-Usul Sound Hiwong Hiwong Tong Hiwong yang Viral di Media Sosial
Lagu Lawas 'Cinta Kita' Ramai Muncul di FYP TikTok
'Tak Kancani', Karya Reflektif Ndarboy Genk setelah Berjumpa Sahabat Difabel
Rio Clappy Kembali dengan 'Belia', Lagu tentang Cinta Pertama dan Waktu
Tur Hari Kerja, Bless The Knights Tutup Perjalanan Jakarta Weekdays Tour 2026
BTS Rencanakan Penampilan Comeback di Situs Warisan Budaya, KHS Berikan Izin Bersyarat demi Kenalkan Korea ke Dunia