MerahPutih.com - Aktor utama Dune, Timothée Chalamet, mengungkapkan bahwa proses syuting film ketiga tersebut terasa sangat penuh semangat. Ia menyebut momentum kemenangannya sebagai Aktor Terbaik di ajang Academy Awards menjadi dorongan besar dalam mendalami perannya.
“Saya tidak ingin berpuas diri dengan satu momen pun. Semuanya sakral, dan ini adalah kali terakhir saya membuat film Dune, jadi saya benar-benar ingin memperlakukannya sebagai sesuatu yang sakral. Karena orang bisa berpuas diri, tetapi saya lebih intens pada film ketiga ini. Rasanya itu adalah momentum alami, jadi saya ingin mendorongnya sekuat mungkin,” kata Chalamet, dikutip dari Variety, Minggu (22/2).
Dalam film yang kembali disutradarai Denis Villeneuve itu, Chalamet kembali memerankan Paul Atreides—tokoh sentral dalam semesta Dune.
Ia membagikan bagaimana proses pendalaman karakter tersebut terinspirasi dari sejumlah film besar. Menurutnya, karakter Paul di film ketiga memiliki sisi gelap, misterius, visioner, futuristik, sekaligus bebas.
“Menurutku, yang kau lihat di akhir film kedua, dan di sepanjang film ketiga, adalah dirimu sendiri di Interstellar dan Heath Ledger di The Dark Knight dan Marlon Brando di Apocalypse Now dan hal-hal semacam itu,” ujarnya.
Baca juga:
Dari inspirasi karakter-karakter besar tersebut, Chalamet mengaku mencoba menyelipkan sesuatu yang ia sebut sebagai 'kejutan'.
“Aku tidak bisa menempatkan diriku dalam posisi yang sama. Anggap saja, film-film besar inilah tempat kau bisa menyelipkan sesuatu. Sebuah kejutan,” katanya.
Chalamet juga menyinggung pengalamannya bekerja bersama Oscar Isaac, yang memerankan Leto Atreides—ayah Paul—di film pertama.
Menurutnya, Isaac membawakan karakter tersebut dengan pendekatan Shakespearean yang intens dan penuh keberanian.
“Dia memperlakukannya dengan cara Shakespearean, memerankannya dengan intensitas tinggi dan tidak terlalu peduli dengan intensitas tersebut,” ujar Chalamet.
Baca juga:
'Dune Messiah' hingga 'Jumanji 3', Film Aksi Spektakuler Bakal Tayang di 2026
Ia mengaku sempat merasa terintimidasi ketika pertama kali terlibat dalam film berskala besar tersebut, terutama setelah sebelumnya membintangi film-film naturalistik seperti Beautiful Boy dan Call Me by Your Name.
Namun, pengalaman tersebut justru mendorongnya untuk mengambil lebih banyak kebebasan dalam berakting.
“Saya merasa agak terkejut dengan futurismenya. Ini adalah film besar, jadi saya merasa terintimidasi. Tetapi terutama pada film ketiga ini, semua hal hebat yang Anda lihat di layar berasal dari kebebasan bergerak dan kebebasan memilih,” tuturnya.
Dune: Part Three kembali disutradarai Denis Villeneuve yang juga merangkap sebagai penulis skenario trilogi ini. Film tersebut menjadi penutup dari Dune Universe yang terinspirasi dari novel karya Frank Herbert berjudul Dune Messiah (1969).
“Dan dengan Denis, kami benar-benar memiliki ritme yang baik. Ini adalah film yang paling menyeramkan. Ini adalah perubahan besar,” kata Chalamet. (Tka)

