Film

26 Tahun Redup, Produksi Film Negara Kembali Bersinar Lewat Film 'Kuambil Lagi Hatiku'

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 13 Maret 2019
26 Tahun Redup, Produksi Film Negara Kembali Bersinar Lewat Film 'Kuambil Lagi Hatiku'

Film 'Kuambil Lagi Hatiku', Tanda kebangkitan Produksi Film Negara (PFN) (Foto: Mp/Albi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

USAI tak memproduksi film selama 26 tahun, Produksi Film Negara (PFN), BUMN, akhirnya bangkit kembali. Secara mengejutkan, perusahaan BUMN tersebut meluncurkan film berjudul Kuambil Lagi Hatiku.

Dalam pembuatannya, PFN menggandeng Wahana Kreator Nusantara dan juga pihak Taman Wisata Candi Borobudur, prambanan yang merupakan BUMN di bidang pariwisata.

Film ini disebut oleh sutradara kondang Azhar Kinoi Lubis dan diproduseri oleh Salman Aristo. Sementara itu Arief ASh Shiddiq dan Rino Sardjono bertindak sebagai penulis.


1. Film Produksi Terbaru PFN

Film 'Kuambil Lagi Hatiku', tanda kebangkitan PFN di industri film tanah air (Foto: instagram @filmkuambillagihatiku)

Film Kuambil Lagi Hatiku merupakan sebuah film produksi terbaru dari PFN, setelah terakhir kali mereka merilis film pada era 90an.

PFN sendiri merupakan salah satu perintis industri film di Indonesia yang berdiri sejak 1934. Sejarah film tanah air pun rasanya tak lengkap, jika tak membahas soal PFN.

Mengapa demikian? Karena PFN ialah saksi sejarah perjuangan bangsa serta salah satu perusahaan perfilman yang tetap bertahan hingga saat ini.

Dalam Masa aktifnya dulu, PFN memproduksi film dokumenter kepahlawanan. Setelah itu PFN pun mulai berkembang membuat film dengan tema pendidikan serta penerangan, yang menceriman nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Dua film garapan PFN yang terakhir antara lain yaitu Pelangi di Nusa Laut (1992) serta Surat Untuk Bidadari (1994).

Selain Taman Wisata Candi Borobudur, sejumlah BUMN lain pun turut mendukung proses produksi film ini. Antara lain yaitu Pertamina, Pelindo 3, Garuda Indonesia, Jasa Raharja, Wijaya Karya, Perusahaan Gas Negara, Bank Mandiri, Bank BTN, Bank Negara Indonesia, Patra Jasa, dan Pupuk Indonesia.


2. Mengambil Latar Keindahan Candi Borobudur

View this post on Instagram

Di Agra, India, menjelang pernikahannya dengan Vikash, Sinta dikejutkan dengan kepergian Ibunya, Widhi Malhotra ke kampung halamannya di Indonesia. Mau tidak mau Sinta pun menyusul kepergian Ibunya ke Indonesia dan menunda pernikahannya di India. Sesampainya di Desa Borobodur, kampung halaman Widhi, betapa terkejutnya Sinta, ketika mendapati kenyataan tentang akar jati dirinya dan rahasia kelam masa lalu Ibunya yang tak seindah Ia bayangkan selama ini. Full trailer ???? bit.ly/OfficialTrailerKLH atau klik link di bio kita ya! ???? . . ? KUAMBIL LAGI HATIKU ? DI BIOSKOP 21 MARET 2019 ???? Update Informasi Terbaru Film Kuambil Lagi Hatiku ???? Instagram : FilmKuambilLagiHatiku ???? Facebook: Film Kuambil Lagi Hatiku ???? Twitter: @FilmKLH ???? YouTube: Studio PFN #kuambillagihatiku #segeratayang #boxoffice #drama #romantis #komedi #produksifilmnegara #mengambilhatimu #filmindonesia #filmnasional #filmbioskop #filmindonesia2019 #film2019 #studiopfn #bumn #lalakarmela #cutmini #riairawan #dimasaditya #diansidik #sahilshah #encebagus #yatipesek #marwoto #tarsan

A post shared by Film Kuambil Lagi Hatiku (@filmkuambillagihatiku) on

Film ini mengambil latar keindahan salah satu destinasi wisata Indonesia terpopuler di Dunia, yaitu Candi Borobudur. Dengan latar tersebut, film ini bertujuan untuk memperlihatkan tentang kekayaan dan keberagaman Indonesia.

Pemilihan Borobudur bukan tanpa alasan atau sekedar setting film, tapi juga merupakan sebuah aspek penting dari film itu sendiri. Seperti yang diketahui sebelumnya, Candi Borobudur merupakan bangunan yang termasuk dalam World Heritage Site oleh UNESCO.

Ada juga alasan utama lainnya hingga terpilihnya Borobudur sebagai setting utama. Hal itu dipaparkan oelh Mohamad Abduh Aziz, Direktur Utama PFN.

"Pertimbangannya sih praktis yah, karena waktu itu kita kerjasama dengan pt taman wisata candi, waktu itu kita memang sedang memikirkan bagaimana seruan pak presiden untuk memperkuat 10 daerah tujuan wisata. Salah satunya Borobudur" ucap Abduh saat ditemui merahputih.com dikawasan XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Rabu (13/3).

Selain itu, Tak hanya Borobudur saja. Film ini juga mengambil latar di India. Terkait hal itu, Abduh pun menambahkan, jika pemilihan India dalam hal ini Tajmahal, karena kebuayaan indonesia terdapat pengaruh dari India.

Disini Abduh mengatakan ingin mengingkatkan soal itu, dimana Borobudur ada pengaruh dari Budha dan Hindu yang luar biasa. Karena itulah pihak PFV ingin mendapat semacam sebuah dinamika antara dua kebudayaan tersebut.

3. Jalan Cerita Yang Menarik

(video: YouTube/Studio PFN)

Film Kuambil Lagi Hatiku berkisah tentang Sinta, seorang perempuan keturunan India, yang tengah merencanakan pernikahan dengan Vikas.

Namun menjelang pernikahannya, Widi sang Ibu tiba-tiba kabur dari India ke Indonesia. Sinta yang telah dideask pernikahan oleh calon mertua, terpaksa harus mencari tahu ibunya hendak pergi kemana.

Berbagai cara telah dilakukan Sinta, untuk menduga tujuan sang Ibu. Hingga dirinya teringat sebuah kotak tua kenangan Ibu dan mendiang ayahnya. Dalam kotak itu Sinta menemukan sebuah foto lawas orang tuanya di Borobudur.

Tanpa basa-basi dan berpikir panjang lagi, Sinta pun nekat menuyusl Widi untuk membawanya pulang ke India. Saat itu, Vikas mulanya bersikeras untuk menemani. Tapi Sinta butuh Vikas untuk mengalihkan perhatian keluarganya, demi rentetan upacara pernikahan yang akan mereka gelar, Vikas pun menyetujuinya.

Setelah itu Sinta pun pergi ke kampung sang Ibu, yang tak pernah sekalipun diceritakan sebelumnya, Desa Borobudur. Setelah itu berbagai kejadian yang tak terduga pun muncul.

Film tersebut dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris papan atas tanah air. Antara lain yaitu Lala Karmela, Cut Mini, Dimas Aditya, Ria Irawan, Sahil Shah, Dian Sidik dan Ence Bagus. Film ini akan tayang diseluruh bioskop tanah air pada tanggal 21 Maret 2019 mendatang. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Kengerian Pembunuh Bertopeng di Film 'Happy Death Day 2U'

#Film Indonesia #Candi Borobudur #Taj Mahal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Buku 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' Diadaptasi Jadi Film, Wregas Bhanuteja Pimpin Produksi
Buku best seller 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' karya dr. Andreas Kurniawan akan diadaptasi menjadi film oleh Wregas Bhanuteja.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Buku 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' Diadaptasi Jadi Film, Wregas Bhanuteja Pimpin Produksi
ShowBiz
'Aplikasi Iblis' Hadirkan Horor Berbalut Teknologi, Film Debut Garapan Dimas Anggara
Aplikasi Iblis menjadi debut Dimas Anggara sebagai sutradara. Film horor produksi NIH Pictures ini tayang 15 Oktober 2026 dan dibintangi Junior Roberts.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
'Aplikasi Iblis' Hadirkan Horor Berbalut Teknologi, Film Debut Garapan Dimas Anggara
ShowBiz
Kamila Andini Soroti Collective Power Perempuan lewat Film 'Empat Musim Pertiwi'
Kamila Andini menyoroti collective power perempuan lewat film Empat Musim Pertiwi yang tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Kamila Andini Soroti Collective Power Perempuan lewat Film 'Empat Musim Pertiwi'
ShowBiz
Sutradara 'Filosofi Teras' Ungkap Relevansi Stoisisme dengan Kehidupan Anak Muda
Sutradara Filosofi Teras Affandi Abdul Rachman mengungkap relevansi Stoisisme dengan kehidupan anak muda, termasuk soal kendali dan overthinking.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Sutradara 'Filosofi Teras' Ungkap Relevansi Stoisisme dengan Kehidupan Anak Muda
Fun
Sinopsis Film 'Memburu Pemangsa', 4 Perempuan Nekat Akhiri Teror Pedofil Pemuja Iblis
Lewati hantu gaib, film Memburu Pemangsa sajikan investigasi jurnalistik berdarah bongkar teror keji predator anak! Intip sinopsis lengkapnya di sini.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Sinopsis Film 'Memburu Pemangsa', 4 Perempuan Nekat Akhiri Teror Pedofil Pemuja Iblis
ShowBiz
Film Horor 'Lingsir Wengi' Angkat Kisah Ghost Hunter, Teror Bermula dari Kamar Terlarang
Film horor Lingsir Wengi mengikuti Putik dan teman-temannya yang menghadapi teror setelah membuka kamar terlarang di sebuah motel tua.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Film Horor 'Lingsir Wengi' Angkat Kisah Ghost Hunter, Teror Bermula dari Kamar Terlarang
ShowBiz
Hungry Ghost Festival, Film Horor Komedi Garapan Imam Darto Tayang 26 November 2026
Hungry Ghost Festival, film horor komedi arahan Imam Darto, tayang di bioskop 26 November 2026 dengan kisah kutukan supernatural.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Hungry Ghost Festival, Film Horor Komedi Garapan Imam Darto Tayang 26 November 2026
ShowBiz
Aurora Ribero Kembali ke Horor, Film Terbarunya 'Kill Kill Bang Bang' Tayang Perdana di Los Angeles
Aurora Ribero kembali ke genre horor lewat film pendek Kill Kill Bang Bang. Film ini dijadwalkan world premiere di Screamfest Horror Film Festival, Los Angeles.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Aurora Ribero Kembali ke Horor, Film Terbarunya 'Kill Kill Bang Bang' Tayang Perdana di Los Angeles
ShowBiz
Hangat tapi Penuh Konflik, 'Desember Jani' Hadirkan Kisah Keluarga lewat Teaser Perdana
Palari Films merilis teaser perdana Desember Jani yang menampilkan kisah keluarga, konflik ibu dan anak, serta hubungan hangat Julia dan Jani.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Hangat tapi Penuh Konflik, 'Desember Jani' Hadirkan Kisah Keluarga lewat Teaser Perdana
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan 15 Film Menuju Nominasi, 'Abadi Nan Jaya' hingga 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
FFI 2026 mengumumkan 15 film cerita panjang yang lolos menuju tahap nominasi. Simak daftar lengkapnya dan jadwal malam puncak Piala Citra 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
FFI 2026 Umumkan 15 Film Menuju Nominasi, 'Abadi Nan Jaya' hingga 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
Bagikan