MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini kasus corona di ibu kota, Jumat (21/11). Dengan positivity rate 9,1 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.198 jiwa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, pihaknya telah melakukan tes PCR sebanyak 12.898 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 10.291 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.198 positif dan 9.093 negatif.
"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 1.579 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 381 kasus dari 1 laboratorium RS vertikal dan 1 laboratorium RS TNI 7 hari terakhir yang baru dilaporkan," kata Dwi di Jakarta, Sabtu (21/11).
Baca Juga:
Kantor TNI dan Polri Diusulkan Jadi Tempat Vaksinasi COVID-19
Rate test PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 142.256. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 76.724.
"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sebanyak 441 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 8.444 (orang yang masih dirawat/isolasi)," paparnya.
Jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 125.822 kasus. Dari 125.822, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 114.863 dengan tingkat kesembuhan 91,3 persen, dan total 2.515 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,2 persen.
Positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,1 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,3 persen.
Baca Juga:
Hasil Tes COVID-19 Massa yang Berkerumun di Petamburan Hingga Megamendung Keluar
Positivity rate DKI ini melebihi standar kasus positif yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau WHO yang hanya sebesar 5 persen.
"WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," tuturnya.
Pemprov DKI terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi atau perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19. (Asp)
Baca Juga: