#Uninstallbukalapak Jadi Trending Topic, Benarkah Achmad Zaky Dukung Presiden Baru?

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 15 Februari 2019
#Uninstallbukalapak Jadi Trending Topic, Benarkah Achmad Zaky Dukung Presiden Baru?

#Uninstallbukalapak ramaikan media sosial. (foto: pixabay/firmbee)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEHEBOHAN terjadi di jagat dunia maya Tanah Air, Jumat (15/2) pagi. #Uninstallbukalapak jadi trending topic di dunia maya. Hingga Jumat pagi, tagar tersebut menduduki posisi kedua topik paling tren di Twitter.

Ada apa ya?


1. Bermula dari cicitan CEO Bukalapak Ahmad Zaky

achmad zaky, bukalapak
Achmad Zaky mencicit tentant dana riset dan pengembangan di Indonesia. (foto: Twitter @achmadzaky)


Kemunculan tagar #Uninstallbukalapak berawal dari reaksi atas cicitan yang diunggah CEO Bukalapak Achmad Zaky. Pemimpin salah satu marketplace besar di Tanah Air itu menuliskan kerisauannya mengenai posisi Indonesia dalah hal dana riset dan pengembangan.

Di akhir cicitannya, Zaky menambahkan, "Semoga presiden baru bisa naikin ya."

2. Warganet menganggap cicitan itu bernuansa politis

uninstallbukalapak
Sejumlah warganet mengunggah foto uninstall Bukalapak. (foto: Twitter @K_ompu)

Rupanya, kalimat di akhir cicitan itulah yang memantik warganet bereaksi. Mereka menganggap kalimat itu bernada politis. Hal itu terkait dengan Pemilihan Presiden 2019.

Banyak yang menganggap Zaky mendukung salah satu pasangan calon yang tengah bertarung di pilpres. Sebagai reaksi, warganet kemudian menyerukan #Uninstallbukalapak sebagai tandingan atas pernyataan yang bernada dukungan dari Zaky.

Enggak sekadar menuliskan tagar tersebut, tak sedikit warganet yang menyertakan tangkapan layar yang memperlihatkan mereka tengah menghapus aplikasi Bukalapak.


3. Cicitan awal telah dihapus

twitter, uninstallbukalapak
Tweet awal yang menjadi kontroversi telah dihapus. (foto: pixabay/LoboStudioHamburg)

Ketika reaksi terhadap tweet itu semakin meluas, Zaky kemudian menghapus unggahan yang ia buat pada Rabu (13/2) tersebut.

Ia menyadari bahwa sebuah kalimat di akhir kicauannya mendapat reaksi beragam dari warganet.

4. Ditandingi tagar #Dukungbukalapak

uninstallbukalapak
Muncul juga tagar tandingan, #dukungbukalapak.(foto: screenshot trends24)

Selain seruan untuk menghapus aplikasi Bukalapak, ada juga warganet yang memberikan reaksi berbeda. Tagar #Dukungbukalapak muncul kemudian sebagai bentuk dukungan atas pernyataan 'presiden baru' dari Zaky.

Bahkan, tagar dukungan terhadap Bukalapak tersebut menjadi trending topic pertama di Twitter, Jumat (15/2) pagi.


5. Jadi, benarkah Ahmad Zaky mendukung presiden baru?

presiden baru

Bangun2 viral tweet saya gara2 maksudnya siapapun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya :) lets fight for innovation budget — Achmad Zaky (@achmadzaky) February 14, 2019

Setelah kedua tagar #Uninstallbukalapak merebak, Zaky pun membuat klarifikasi. Lewat serangkaian cicitan di akun Twitter-nya, Zaky menjelaskan apa yang dia maksud dengan frasa 'presiden baru'.

Di awal penjelasannya, Zaky meminta warganet jangan memplintir pernyataannya. "Maksudnya, siap pun. Bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya," jelasnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa maksud dari cicitannya ialah menyampaikan fakta bahwa dalam 20-50 mendatang, Indonesia membutuhkan investasi untuk riset dan SDM kelas tinggi.

Selain itu, ia menyatakan bahwa dukungan pemerintah sudah membantu. "Semoga di masa depan, industri teknologi atau industri berbasis pengetahuan semakin maju," harapnya.

Tak lupa, ia juga meminta maaf kepada para pendukung Jokowi. "Buat pendukung Pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata-kata saya jadi misperception," ujarnya. Ia menambahkan, sebagai sesama orang Solo, ia telah menganggap Jokowi sebagai seperti ayah sendiri. "Beliau juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk dari tweet saya," tutupnya.(dwi)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan