Narasi Playfest 2018

Uniknya Pura-Pura Penjara di Narasi Playfest 2018

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 26 November 2018
Uniknya Pura-Pura Penjara di Narasi Playfest 2018

Spot Pura-Pura Penjara di Narasi Playfest 2018. (foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA Najwa Shihab mengungkap kehidupan mewah para tersangka korupsi di sel Penjara Sukamiskin, Indonesia gempar. Liputan bertajuk Pura-Pura Penjara itu tayang pada 25 Juli 2018.

Replika sel Setya Novanto di Narasi Playfest 2018. (foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Ketika berkunjung ke sel terpidana kasus korupsi megaproyek e-KTP, Setya Novanto, Najwa Shihab yang dikenal sebagai jurnalis yang berani dan kritis menemukan berbagai kejanggalan. Keanehan yang tampak yakni dalam daftar nama tahanan, nama Setya Novanto terlihat lebih besar dibanding narapidana lainnya. Stiker namanya yang tertempel di daftar tersebut juga tak terlihat permanen dan seperti baru ditempel.

Sel pura-pura Setya Novanto. (foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Terlebih kamar tersebut seolah tak terlihat seperti kamar yang dihuni. Hal tersebut tampk dari tidak adanya baju di lemari pakaian. Dari fakta-fakta tersebut, terbuktilah bahwa sel yang ditempati oleh Setya Novanto bukanlah selnya.

Pengunjung bisa coba masuk ke sel pura-pura. (foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Replika sel palsu milik Setya Novanto tersebut tak luput disajikan di acara Narasi Playfest 2018 yang digelar Sabtu (24/11) dan Minggu (25/11). Replika sel tersebut juga dilengkapi berbagai pernak-pernik yang ada di sel Setnov. Di spot yang diberi judul Pura-Pura Penjara, pengunjung bisa merasakan atmosfer penjara palsu milik Setya Novanto tersebut. Seru.(avia)

#Narasi Playfest 2018
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Bagikan